BUDIDAYA JAMUR TIRAM POTENSI BISNIS YANG MENJANJIKAN

CIMAHI, BarayaKita — Dinas Pertanian dan Pangan (Dispangtan) Kota Cimahi menilai, bertani jamur di Kota Cimahi sangat menjanjikan untuk peningkatan ekonomi masyarakat di tengah pandemi Covid-19. Sebab pangsa pasarnya tergolong bagus.

Kepala Bidang Pertanian pada Dispangtan Kota Cimahi, Mita Mustikasari mengatakan, sejauh ini petani jamur di Kota Cimahi memang hanya empat orang. Namun, jika melihat pasar, potensi penjualan jamur terbilang sangat menggiurkan.

“Menjanjikan karena potensi pasarnya cukup bagus. Biasanya petani di Cimahi menjual jamur tiramnya ke pasar secara kolektif,” ujar Mita, Selasa (6/10/2020).

Semua petani jamur di Kota Cimahi menanam jamur jenis tiram dengan cara dibudidayakan. Dikatakan Mita, dalam proses budidaya jamur itu, pihaknya kerap melakukan pembinaan dan pelatihan kepada para petani.

“Pembinaannya dan pendampingan dari mulai budidaya sampai penanganan pasca panen,” ujar Mita.

Potensi yang menjanjikan dari budidaya jamur tersebut juga dimanfaatkan Dante Putratama (26), pemuda asal Jalan Nusantara IV Kompleks Kavling IPTN, Kelurahan Cibabat, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi. Usaha budidaya jamur tiramnya yang dijalankan di garasi rumah miliknya semakin eksis meski virus korona belum berlalu. Jamur tiram tersebut dipasarkan melalui daring atau online. Peminatnya masih berkisar di wilayah Bandung Raya.

Awal memulai bisnis tersebut, Dante harus mengeluarkan modal hingga Rp 4 juta untuk berbagai kebutuhan budidaya jamur tiram. Seperti pembuatan rak, baglog, media tanam dan berbagai kebutuhan tanam lainnya. Modal awal yang dikeluarkan Dante pun sudah kembali seiring tingginya minat masyarakat untuk memesan jamur tiram darinya. Dalam sehari, tercatat ada 5-8 orang yang memesan. Keuntungan bersihnya mencapai Rp 1 juta per bulan.

“Pesennya ada yang 1/5 kg, ada yang 1 kg. Kalau harganya 1/5 dikasih Rp 8 ribu, untuk 1 kg Rp 15 ribu. Sehari rata-rata 7 kg yang kejual,” terangnya.

Dalam sekali panen dari satu baglog atau media tanam, jamur tiram yang dihasilkan rata-rata 1/5 kilorgram sampai 1 kilogram. “Kalau dari awal budidaya, totalnya yang sudah dipanen 70-75 kg,” kata Dante. Karena dirasa menjanjikan, rencananya ia akan mengembangkan budidaya jamur tiramnya. Dante dibantu temannya sudab mengincar lahan di dekat rumahnya. “Iya harus dikembangkan. Tapi yang di garasi ini akan tetap ada karena kan ini ciri khasnya,” pungkas Dante.

 

Sumber : https://www.cimahikota.go.id/news/detail/4069

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

five + five =