VICTOR IGBONEFO INGATKAN PEMAIN PERSIB JAGA MOMENTUM 3 KEMENANGAN BERUNTUN

Persib Bandung mengawali kompetisi Shopee Liga 1 2020 dengan rapor kinclong. Tim Maung Bandung tidak terkalahkan dalam tiga pertandingan awal. Mereka perkasa di puncak klasemen.

Skuat suhan Robert Rene Alberts sukses mengalahkan Persela Lamongan (3-0), Arema FC (2-1), dan PSS Sleman (2-1).

Sayangnya di saat Persib dalam kondisi on-fire, justru kompetisi Liga 1 2020 harus terhenti akibat wabah virus corona COVID-19.

Robert Abert menyebut penyetopan kompetisi amat merugikan tim asuhannya. “Kami sedang bagus-bagusnya. Situasi akan berbeda nantinya saat kompetisi kembali berputar. Kami memulai dari nol lagi,” kata pelatih asal Belanda itu.

Bek Persib, Victor Igbonefo berharap timnya bisa menjaga momentum kemenangan apabila kompetisi Liga 1 2020 dilanjutkan.

Pemain naturalisasi asal Nigeria ini juga berharap agar pandemi COVID-19 segera berakhir agar segala aktivitas kembali berjalan normal sedia kala, termasuk panggung sepak bola Indonesia.

“Doa saya adalah semoga Tuhan mengampuni kita semua dan menyembuhkan bumi,” kata Victor Igbonefo yang sempat malang melintang di Liga Thailand tersebut.

“Saya juga berharap dan percaya ini akan berlalu, dan semuanya akan menjadi normal kembali. Saya berharap para pemain Persib menjaga momentum yang baik ketika kompetisi dimulai lagi. Kondisi tim sedang bagus-bagusnya, jangan sampai karena terlalu lama istirahat situasinya berbalik,” kata sang pemain naturalisasi.

Victor Igbonefo pemain naturalisasi yang matang pengalaman di persaingan elite sepak bola Indonesia. Sebelum membela Persib Bandung, ia sempat malang melintang di Persipura Jayapura dan sejumlah klub Thailand.

Di usianya yang mulai uzur, 34 tahun, ia  kini menjadi pemain yang sangat diandalkan oleh Maung bandung di lini belakang.

Kombinasi dari ketenangan, kekuatan, dan kecermatan dalam mengawal lini pertahanan menjadi keunggulan yang dimiliki pemain bernomor punggung 32 itu.

Tetapi, jauh sebelum dirinya sukses menjadi pesepak bola hebat, perjuangannya menuju kesuksesan juga tidak main-main.

Victor Igbonefo sempat tak disetujui sang ayah untuk menjadi pesepak bola profesional.

“Papa  ingin saya sekolah tinggi. Dia beranggapan sepak bola hanya hobi, tidak bisa jadi sandaran hidup selamanya. Jadi aku harus tetap sekolah tinggi,” kata Victor Igbonefo.

Apalagi, menurut sang ayah bakat sepak bola sang putra biasa-biasa saja. Ia kesulitan menembus Eropa saat bergabung di akademi-akademi sepak bola di Nigeria.

Bermain di kompetisi Eropa pastinya menjadi impian pesepakbola profesional di seluruh dunia. Maklum, Eropa merupakan sumber dari kompetisi-kompetisi top dunia, dengan dihuni banyak pemain papan atas.

Mimpi itu juga digelorakan Victor Igbonefo. Ketika bersama tim akademi Nigerdock, Igbonefo berjuang demi bisa mendapat kesempatan masuk salah satu klub Eropa.

“Melalui akademi sepak bola, saya berharap menuju Eropa, tapi ternyata perjalanan karier saya tak selancar itu,” ucap stoper jangkung kelahiran 10 Oktober 1985 tersebut.

Gagal ke Eropa, namun tetap meyakini bahwa sepak bola adalah jalan hidupnya, Igbonefo pun akhirnya terus bermain bola dan membela salah satu klub terbaik di Nigeria, hingga akhirnya ke Persipura Jayapura.

“Dari turnamen saya kemudian dipinang salah satu klub profesional terbaik. Salah satu tim yang banyak mengorbitkan banyak pemain muda potensial. Dari sana aku kemudian saya melanglang ke Indonesia dan kemudian bermain ke Persipura dan akhirnya kini di Persib,” jelas Igbonefo.

 

Disadur : https://www.bola.com/indonesia/read/4248762/victor-igbonefo-ingatkan-pemain-persib-jaga-momentum-3-kemenangan-beruntun?HouseAds&campaign=Liga_1_2020_STM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

five × three =