WALI KOTA CIMAHI KUNJUNGI KORBAN BENCANA LONGSOR DI KELURAHAN MELONG

Cimahi,BarayaKita,– Wali Kota Cimahi, Ajay Muhammad Priatna, mengunjungi dua rumah yang terdampak bencana longsor, yang berada di wilayah RT.05 / RW.22 Kelurahan Melong, Kecamatan Cimahi Selatan pada Senin (2/11).

Turut mendampingi Wali Kota pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) dan Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Cimahi, Sekretaris Kecamatan Cimahi Selatan dan Lurah Melong beserta jajarannya.

Dikatakan Wali Kota Ajay, pihaknya sudah bertemu dan berkomunikasi langsung dengan dua orang pemilik rumah yang terkena bencana longsor tersebut. Menurutnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi perlu untuk mengetahui aspek legalitas dari kepemilikan kedua bidang tanah tempat rumah tersebut berdiri sebelum bisa menyalurkan bantuan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD)-nya.

“Tadi kita diskusi dengan yang punya rumah…kita cek semuanya. Karena kan legalitas tanahnya pun cukup penting agar [bantuan] dari APBD nya bisa [turun]. Dan tadi saya perintahkan yang bertanggung jawab untuk urusan ini di DPKP Untuk men-design dan kami akan segera melakukan tindakan supaya kejadian yang sangat tidak diinginkan tidak terjadi lagi, Karena kan ini sudah agak riskan,” ujarnya.

Dikatakan Ajay, pembangunan rumah dan berbagai bangunan di Daerah Aliran Sungai (DAS) dalam segala bentuk dan manifestasinya pada dasarnya tidak diperbolehkan. Namun pihaknya mengakui bahwa saat ini sudah banyak bangunan yang terlanjur berdiri di sekitar pinggiran sungai di Kota Cimahi. Menyikapi hal tersebut, Pemkot Cimahi berkomitmen untuk melakukan penataan kembali daerah aliran sungai di Kota Cimahi, termasuk untuk dua bangunan yang terkena longsor di Kelurahan Melong tersebut.

“Kalau bicara diperbolehkan, tentunya tidak yah… tapi kan apa boleh buat bangunannya sudah pada berdiri begini. Untungnya kalau yang kejadian itu tidak dihuni [bagian] belakangnya. Makanya kita mau coba perbaiki, dengan satu syarat yaitu tidak boleh lagi dibuat bangunan. [Jadi] untuk halaman saja,” tegas Ajay.

Sumber: Diskominfoarpus Kota Cimahi https://www.instagram.com/p/CHFwkYIsdhf/?igshid=5lt07tgz47ns

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

seven + 13 =