SUZUKI DIGDAYA DI MOTOGP 2020, VALENTINO ROSSI ANGKAT TOPI UNTUK DAVIDE BRIVIO

The Doctor bahkan tak segan angkat topi untuk manajer Suzuki Ecstar, Davide Brivio.

Bukan rahasia lagi Valentino Rossi dan Davide Brivio merupakan kawan baik sejak lama. Rossi tak ragu mengucapkan selamat kepada Brivio, yang mampu memimpin Suzuki untuk menggeliat lagi dalam perebutan gelar dunia MotoGP tahun ini.

Brivio adalah sosok penting yang membawa Rossi ke Yamaha Factory Racing pada 2004, saat masih menjabat sebagai manajer tim itu. Ide Brivio itu sempat dianggap tak realistis oleh para petinggi Yamaha di Jepang. Namun, ternyata itu justru ide cemerlang karena Rossi dan Yamaha kini membentuk kerja sama paling ikonik.

Brivio hengkang dari Yamaha pada awal 2011, menjadi manajer pribadi Rossi selama beberapa tahun. Setelahnya, ia menghilang dari paddock MotoGP, dan pada 2014 ditunjuk sebagai Manajer Tim Suzuki Ecstar, yang akhirnya kembali ke kelas para raja pada 2015, usai vakum pada akhir 2011.

Kini, kedua rider Suzuki, Joan Mir dan Alex Rins, tengah memimpin klasemen pembalap di peringkat 1 dan 3. Bahkan Rins bisa juga dibilang menempati posisi kedua karena nilainya sama dengan Fabio Quartararo, tapi kalah dari jumlah kemenangan.

Komposisi seperti itu terjadi pertama kalinya sejak Marco Lucchinelli dan Randy Mamola pada 1981. Mir bisa menjadi juara dunia pertama Suzuki sejak Kenny Roberts jr di GP500 2000. Tak hanya itu, Suzuki juga tengah memimpin klasemen konstruktor dan tim, berpeluang merebut Triple Crown perdana mereka.

Musim ini, Yamaha boleh jadi telah mengoleksi enam kemenangan, lebih banyak dari pabrikan lainnya. Namun, mereka dilanda performa yang tak konsisten. Berkaca pada Suzuki yang juga memakai mesin inline 4, Rossi yakin Yamaha harus banyak belajar dari mereka. “Saya rasa kami harus belajar banyak dari Suzuki,” ungkapnya via Sky Sport seperti yang dikutip GPOne, Minggu (8/11/2020).

“Inline 4 kerap dianggap sebagai konsep ‘jadul’. Tapi Suzuki membuktikan ini bukan masalah. MotoGP banyak berubah selama 5-6 tahun terakhir, agak mirip Formula 1, tapi Yamaha belum mengalami kemajuan. Para insinyur yang mengurus mesin di Yamaha harus memahami ini, karena para rival tak lagi hanya unggul secara teknis, tapi juga secara mesin,” lanjut Valentino Rossi.

Suzuki Jadi Referensi bagi Yamaha

Dalam wawancara dengan Sky Sport, Rossi digabungkan dengan Brivio di tempat terpisah dalam paddock Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia. Dalam kesempatan itu, Rossi pun mengucapkan selamat pada Brivio.

“Kalian sungguh hebat. Kalian membuktikan bahwa kalian bisa jadi referensi kami. Saya angkat topi untukmu,” ujarnya.

Brivio baru-baru ini mengaku sangat mengagumi Rossi sejak mereka masih bekerja sama di Yamaha. Pria Italia itu menyatakan selama menjabat sebagai Manajer Tim Suzuki Ecstar, ia membawa banyak pelajaran berharga dari Rossi.

Brivio juga meminta maaf kepada Rossi karena kedua ridernya kini justru jadi rivalnya di lintasan. “Saya juga banyak belajar darimu. Saya minta maaf karena para rider kami jadi melawanmu,” ungkap Brivio sembari tertawa.

 

Sumber: Sky Sport, GPOne

Disadur dari: Bola.net, published 9/11/2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

8 + 15 =