SUASANA KAMPANYE PILKADES DESA GUNUNG MASIGIT

KBB, barayakita
Gelaran Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak di kabupaten Bandung Barat akan di gelar serentak pada tanggal  24 November 2019, salah satu Desa di Kecamatan Cipatat yang akan menggelar pemilihan Kepala Desa adalah Desa Gunung Masigit Kec. Cipatat Kab. Bandung Barat. Pada minggu-minggu ini panitia pemilihan kepala Desa menggelar Kampanye Akbar untuk pemaparan visi dan misi program masing-masing calon Kepala Desa.

Panitia Pilkades menyiapkan 3 hari untuk pelaksanaan kampanye Akbar di 3 Wilayah yang berbeda dengan menyiapkan kelengkapan panggung dan tenda yang digelar untuk para calon Kepala Desa Gunung Masigit menyampaikan Visi Misinya di hadapan masyarakat dan para pendukung calon Kepala Desa Gunung Masigit.
Adapun calon Kepala Desa Gunung Masigit sesuai No. Urut calon adalah sbb:

1. Dadi

2. Tarkopa S.Pd.I

3. Nandang Suhendar

4. H. Ruhiat

Dari pantauan kontributor barayakita.com, yang menyaksikan langsung suasana kampanye penyampaian Visi misi Calon Kepala Desa, ada beberapa hal yang menarik dalam suasana kampanye hari ini, Selasa 19/11/2019, dimana penyampaian visi misi calon no 1 berjalan biasa biasa aja, begitupun penyampaian visi misi no. 2 masih terlihat biasa saja, tetapi setelah penyampaian visi misi no 2 beres, para pendukung no.2 langsung membubarkan diri sehingga pada penyampaian visi misi calon No.3 terlihat lengggang, begitupun ketika penyampaian visi misi No.4 masa yang hadir berkurang bahkan pada waktu kandidat calon No. 4 berorasi, para pendukung no.2 cenderung mengganggu suasana orasi kandidat No.4 dengan menggaur-gaurkan kendaraannya, sehingga penyampaian Visi Misi Calon No.4 terhenti sejenak dan untuk menjaga hal yang tidak diinginkan, panitia segera menegur para pendukung calon No. 2 yang dirasa kurang beretika.

Untuk mendapatkan pemimpin yang terbaik, mungkin harusnya para calon pemilih mendengarkan semua visi dan misi dari semua calon, bukan hanya mendengar dari  visi dan misi dari salah satu calon yang didukungnya saja, karena kampanye adalah ajang untuk mengungkapkan visi dan misi para calon Kepala Desa bila nanti terpilih. Sehingga jika sudah terpilih dan tidak merealisasikan sesuai janjinya, warga bisa mencibirnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 + seven =