RIBUAN NASI BOKS DIBAGIKAN PEMKOT BANDUNG TIAP AKHIR PEKAN

Bandung – Pemkot Bandung menggulirkan Program Sangu Bancakan Urang Bandung (Sabandung). Program yang dimotori oleh Tim Penggerak PKK Kota Bandung ini setiap akhir pekannya akan membagikan ribuan paket nasi boks kepada warga terdampak COVID-19

Program ini resmi diluncurkan Wali Kota Bandung Oded M Danial, Sekda Kota Bandung Ema Sumarna dan Ketua TP PKK Kota Bandung Siti Muntamah Oded. “LaunchingSabandung dipusatkan di Kelurahan Babakan Ciparay, tapi sebetulnya serentak dilaksanakan di seluruh kelurahan yang ada di 30 kecamatan di Kota Bandung,” kata Kepala Bagian Pemerintahan Setda Kota Bandung Pagat Risjanuar Passa di Kantor Kelurahan Babakan Ciparay, Jumat (8/5).

“Per kelurahannya itu kurang lebih membagikan 200 nasi dus. Tapi tidak menutup kemungkinan bisa lebih,”ujar dia menambahkan.

Pagat mengungkapkan jumlah 200 nasi boks per kelurahan itu didanai oleh realokasi 50 persen dana Program Inovasi Pembangunan dan Pemberdayaan Kewilayahan (PIPPK) APBD Kota Bandung. Dana tersebut memang dialokasikan untuk program penanggulangan sosial bencana.

Namun, program ini juga menerima bantuan dan donasi dari masyarakat dan sektor usaha sehingga jumlah tersebut bisa lebih. Pemberian bantuan pun tidak hanya dilakukan per pekan, melainkan bisa juga setiap hari.

“Kalau dengan swadaya dengan bantuan masyarakat itu bisa mencapai kurang lebih 40.000-an lebih nasi boks,” ucap Pagat.

Ketua TP PKK Kota Bandung Siti Muntamah Oded berujar program Sabandung ini berbeda dengan dapur umum. Sebab, proses pengolahan makanan tidak dilakukan terpusat di satu tempat yang dapat memicu kerumunan orang.

“Karena ada satu kejadian ketika spanduk dapur umum dipasang masyarakat banyak yang datang dan belum tentu masyarakat setempat yang datang ke dapur umum. Untuk itulah saya ingin menegaskan bahwa dapur Sabandung ini berbasis keluarga,” ujarnya.

Selain itu, Siti menjelaskan, kader PKK di RW harus menjadi yang terdepan dalam proses distribusi. Karena merekalah yang paling mengetahui warga yang berhak menerima Sabandung, yakni warga miskin yang terdampak COVID-19, nomaden yang tidak punya penghasilan dan tempat tinggal, serta Orang Dengan Pengawasan (ODP) atau yang sedang karantina diri.

“PKK RW yang menjadi leading sector dalam pendistribusian makanan, beserta Pak RW-nya yang tahu kondisi masyarakat daerah tersebut. Siapa yang ada di kos-kosan, siapa yang nomad dan siapa yang membutuhkan, dan bisa menghimpun nasi Sabandung ini dari warga,” ucap Siti.

Ia mengajak kepada seluruh warga yang mampu untuk berpartisipasi dalam program ini. Sabandung bukan program milik Pemkot Bandung, melainkan milik seluruh masyarakat kota. Siapa pun bisa membantu tetangganya yang sedang membutuhkan.

“Sabandung ini insyaallah untuk menyamakan rasa dan semangat bahwa warga Bandung bisa saling berbagi, bisa saling arif dan bijaksana untuk mengamankan tetangga masing-masing,” kata Siti.

Wali Kota Bandung Oded M Danial menuturkan warga miskin yang membutuhkan pertolongan ini tidak lebih banyak dari pada warga yang mampu. Karena itu, ia meminta keikhlasan dan kesadaran warga yang mampu untuk membangkitkan kesetiakawanan sosial di tengah pandemi yang melanda seluruh bangsa.

“Ketika kita mau berbicara tentang gotong royong, berbagi melalui gerakan Sabandung ini, katakanlah yang perlu kita bantu ini 11-12 persen dari seluruh warga Bandung, maka sesungguhnya masih lebih besar dan banyak yang bisa membantu,” tutur Oded.

Sumber : https://m.detik.com/news/berita-jawa-barat/d-5007918/ribuan-nasi-boks-dibagikan-pemkot-bandung-setiap-akhir-pekan?single=1

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

18 − 5 =