PKC Pastikan Stok Pupuk Aman Hingga Awal 2019

PEKERJA memasukkan pupuk ke gudang Lini III wilayah Karawang, beberapa waktu lalu.* DODO RIHANTO/PR

KARAWANG – PT Pupuk Kujang Cikampek (PKC) memastikan stok pupuk bersubsidi untuk wilayah Jawa Barat dan Banten dipastikan aman hingga awal 2019 nanti. Sebab, saat ini  stok pupuk urea di gudang lini III dua wilayah tersebut mencapai 119.178 ton atau 172% dari kebutuhan sebesar 52.125 ton.

Hal itu disampaikan Direktur Komersil PT PKC, Rita Widayati saat dihubungi Pikiran Rakyat, Minggu 23 Desember 2018. “Pendistribusian pupuk kami optimalkan ke gudang lini III wilayah Jabar dan Banten, guna memenuhi kebutuhan petani hingga awal tahun nanti,” ujar Rita.

Dijelaskan juga, stok urea mencapai 119.178 ton. Sementara, stok pupuk NPK mencapai 47.047 ton atau hampir tiga kali lipat dari ketentuan sebesar 11.390 ton. “Stok pupuk organik mencapai 10.717 ton atau 173% dari kebutuhan sebesar 6.164 ton,” katanya.

Dijelaskan, pencapaian realisasi penyerapan pupuk urea bersubsidi di Jabar-Banten, sampai pekan lalu mencapai 524.588 ton. Jumlah itu setara dengan 84% dibanding kebutuhan Dinas Pertanian sebanyak 621.700 ton.

Mengenai stok pupuk di Karawang, lanjut Rita, dipastikan aman karena tersedia 5.381 ton pupuk urea atau 107% dari kebutuhan petani setempat sebesar 5.024 ton. Sementara, stok pupuk NPK untuk wilayah Karawang sebanyak 22.377 ton dan pupuk organik 728 ton. “Stok ini, sangat cukup. Bahkan, bisa memenuhi kebutuhan petani sampai dengan awal tahun 2019,” ujar Rita.

Dalam penyaluran pupuk bersubsidi di lapangan, lanjut Rita, pihaknya memantau langsung dengan melibatkan stakeholder dan masyarakat yang aktif dalam memonitoring penyaluran pupuk untuk sektor tanaman pangan. Hal itu dilakukan agar pupuk sampai ke tangan petani dengan prinsip 6T (Tepat Tempat, Tepat Harga, Tepat Jumlah, Tepat Mutu, Tepat Jenis, dan Tepat Waktu).

“Kami berkomitmen untuk mengedepankan kepentingan petani. Oleh karena itu penyaluran pupuk bersubsidi di daerah Jawa Barat  dan Banten harus lancar,” kata Rita.

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Pertanian Karawang Hanafi Chaniago mengaku penyerapan pupuk di daerah Karawang belum optimal karena faktor cuaca. Musim penghujan yang baru terjadi membuat musim tanam ikut mundur.

Meski begitu, memasuki akhir tahun 2018 ini, penyerapan pupuk di Karawang mulai meningkat seiring dengan datangnya musim  penghujan di wilayah Karawang. “Sekarang ini sudah normal, bahkan serapan pupuknya meningkat,” kata Hanafi.***

Sumber: pikiran-rakyat.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

12 + fourteen =