PERJUANGAN JOAN MIR HINGGA REBUT JUARA DUNIA MOTOGP 2020: BUAH KONSISTENSI DAN PERJUDIAN YANG BERANI

Kemunculan pembalap Suzuki, Joan Mir, sebagai juara dunia MotoGP 2020 menjadi kejutan besar. Meskipun menunjukkan debut menjanjikan dengan menempati peringkat ke-12 pada MotoGP 2019, nyaris tidak ada yang membikin prediksi random Mir akan menjadi kandidat juara dunia MotoGP 2020.

Tetapi, pembalap Suzuki asal Spanyol itu mematahkan semua ramalan. Siapa pun yang bertaruh atas Joan Mir dalam pacuan juara dunia MotoGP 2020 kini mungkin menjadi kaya raya dalam sekejap.

Joan Mir menjadi pembalap Spanyol kedua setelah Jorge Lorenzo yang mematahkan rentetan gelar juara dunia Marc Marquez yang eksis sejak 2013.

Lorenzo merecoki laju gemilang Marquez dengan merengkuh gelar juara dunia MotoGP 2015. Adapun Mir mematahkan rentetan titel juara dunia Marquez yang diukir sejak 2016 hingga 2019. Pembalap Suzuki tersebut benar-benar mampu memanfaatkan maksimal absennya Marquez hampir sepanjang musim ini.

Apa kunci Mir merebut mahkota juara dunia musim ini? Jawabannya adalah konsistensi.

Di tengah musim yang serba tidak konsisten, karena munculnya banyak pemenang dalam semusim, Mir menunjukkan konsistensinya. Tidak masalah jika dirinya hanya sekali naik podium utama, di MotoGP Eropa, tapi dia rutin naik podium. Total, pembalap berusia 23 tahun itu tujuh kali naik podium.

Bahkan, meskipun Mir sudah menjelma menjadi kandidat juara dunia sejak beberapa seri lalu, banyak yang masih memandang sebelah mata. Ada yang bilang Mir tidak pantas juara dunia karena belum memenangi balapan. Tentu saja kritikan itu muncul sebelum Mir memenangi seri MotoGP Eropa, pada 8 November.

Tak heran, Mir juga terkejut dengan pencapainnya sendiri. Ia tidak pernah menyangka akan menjadi juara dunia pada musim keduanya di MotoGP.

“Ini sesuatu yang telah saya perjuangkan sepanjang hidup, sejak masih berusia 10 tahun. Saya sudah memimpikan di dalam benak saya dan saya tidak akan berhenti sampai meraih titel, jadi apa yang bisa saya katakan?” kata Mir, seperti dilansir Crash.

“Saya tidak menyangka. Sejujurnya, saya memprediksi terjadi pada masa mendatang. Tapi, kami sudah memiliki titel dan itu menjadi milik kami,” imbuh Joan Mir.

Terasa Lebih Manis

Dengan statistik yang menunjukkan anomali dalam perebutan gelar musim ini, Mir mengatakan podium perdananya di Austria – serta perjuangannya untuk meraih kemenangan di Styria – membuktikan ia dapat bersaing di level ini. Namun, ia butuh waktu hingga MotoGP Catalunya untuk mulai berani membayangkan titel juara dunia.

Mir mengatakan keputusan berani untuk bergabung dengan Suzuki, ketimbang pabrikan lain yang lebih mapan seperti Honda, Ducati, dan Yamaha membuat gelar juara dunia yang diraihnya terasa lebih manis.

“Bagi saya memenangi gelar dengan setiap pabrikan sangat luar biasa. Itu targetnya. Tapi, bagi saya berani pada saat itu untuk gabung Suzuki karena saya tidak menduga potensi seperti ini,” tutur Mir.

“Bagi saya, menang bersama Suzuki berarti sesuatu yang lebih dari normal,” imbuh Mir.

Sumber: Crash

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

15 + 5 =