Penanaman Pohon Akan Kembali Jadi Tradisi Sespim Polri

Sebanyak 2.100 bibit pohon ditanam di lingkungan Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespim) Polri, Jalan Raya Maribaya, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Kamis, 6 September 2018. Setelah beberapa kali melakukan penghijauan, Sespim Polri berencana mentradisikan penanaman pohon bagi peserta didik.

Program penghijauan kali ini terselenggara berkat kerja sama peserta didik Sekolah Pimpiman Pertama (Sespimma) Angkatan 60 Sespim Polri dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dalam hal ini ialah Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Citarum-Ciliwung.

“Penanaman pohon hari ini, yang dimulai dengan penanaman simbolis, merupakan upaya untuk mencintai bumi, Lembang dan Jawa Barat. Kegiatan semacam ini pernah didahului ketika peserta belum datang, yaitu tahun 2016 dan 2017,” kata Kepala Sespim Polri Irjen Wahyu Indra Pramugari, di sela kegiatan.

Menurut dia, di wilayah Sespim yang seluas sekitar 44 hektare terdapat lereng yang sangat panjang bekas patahan gempa. Lereng itu, kata dia, sebelumnya relatif gundul. Oleh karena itu, Sespim menggalakkan penanaman pohon dengan melibatkan berbagai pihak.

“Untuk hari ini, kami mendapatkan bantuan sebanyak 2.100 bibit pohon dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Harapan kami, dalam waktu lebih lanjut ada tahapan bantuan bibit berikutnya untuk kami meneruskan penanaman ini di seluruh wilayah Lembang dan Bandung,” katanya.

Dia menjelaskan, lereng panjang di Sespim memerlukan tanaman pohon yang dapat menjaga kondisi tanah dari potensi longsor. Pasalnya, di lereng itu tanahnya miring dan gembur.

Dengan ditanami tanaman yang memiliki daya penahan longsor, resapan air pun diharapkan bisa lebih baik. Malah, bisa menjadi sumber air baru.

“Lereng ini memiliki dua sumber mata air (Gadok I dan Gadpk II), yang sudah lama sekali tidak difungsikan. Nah, sejak akhir 2016, kami lakukan pemungsian kembali mata air di ujung lereng. Sekarang ini sumber air bersih sudah bisa dikelola. Itu dipakai juga untuk keperluan air bersih bagi masyarakat di tiga desa di sekitar sini,” katanya.

Wahyu berharap, seluruh peserta didik Sespim dapat melanjutkan penghijauan di luar wilayah Sespim, seperti di sekitar Gunung Putri yang jadi rute permanen orientasi lingkungan para peserta. Lokasi-lokasi yang perlu dilakukan penghijauan, kata dia, bakal dilakukan reboisasi atau penanaman pohon.

“Kalau bisa, ini dijadikan semacam tradisi untuk para peserta didik, sebelum melaksanakan tugas kurikulum, pada saat, dan ketika mengakhiri kegiatan pendidikan. Ini akan kami coba tradisikan untuk setiap peserta didik, agar ini melakukan penanaman pohon. Jumlahnya entah berapa pohon, tapi semakin banyak tentu semakin bagus,” imbuhnya.

Kepala BPDASHL Citarum-Ciliwung Djonli mengapresiasi dan mendukung terus program penanaman pohon yang dilakukan Sespim, karena membantu program penghijauan di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Penanaman pohon di kawasan Bandung utara juga dianggap positif bagi program Citarum Harum yang dicanangkan Presiden Joko Widodo.

“Untuk program Citarum Harum, kami sudah melakukan penghijauan di hulu sungai, di Cisanti, Kertasari, Ciwidey. Di situ kami ikut dengan Perhutani. Kemarin sudah ditanam pohon di lahan seluas 4.400 hektare di hulu Citarum. Kalau jumlah pohonnya, rata-rata satu hektare itu 500 pohon. Ya, itu hampir 2 jutaan pohon di hutan lindung wilayah Perhutani,” katanya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 × five =