PEMERINTAH PUTUSKAN KRL TETAP BEROPERASI SABTU 18 APRIL

Pemerintah memutuskan tetap mengizinkan Kereta Rel Listrik (KRL) atau commuterline beroperasi di masa penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) DKI Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi.

Kendati demikian, Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Zulfikri menyatakan penumpang tetap wajib menjalankan jaga jarak fisik. Selain itu, jam operasional KRL dibatasi dan wajib menjalankan protokol kesehatan nasional.

Evaluasi operasi angkutan KRL juga akan dilakukan dari waktu ke waktu. Lalu, akan ada langkah pencegahan lebih lanjut, misalnya rekayasa operasi, penertiban antrian di stasiun-stasiun yang masih ramai, dan lainnya.

“Pengoperasian KRL Jabodetabek akan lebih efektif jika semua stakeholder terkait tetap melakukan penertiban kegiatan-kegiatan yang dilarang, bekerja dari rumah, dan diam di rumah,” kata Zulfikri dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (17/4).

Dalam keterangan terpisah, Juru Bicara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Jodi Mahardi mengatakan pengoperasian KRL dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan transportasi umum bagi pekerja di delapan sektor usaha yang masih bekerja di tengah PSBB, misalnya kesehatan hingga pangan.

Menurut dia, bila KRL diberhentikan justru dikhawatirkan akan mengganggu masyarakat. Karenanya, pengoperasian KRL akan dilakukan hingga bantuan sosial (bansos) dari pemerintah sampai ke tangan masyarakat.

“Penumpang KRL mayoritas adalah pekerja. Kami juga tidak ingin seperti mereka yang bekerja di fasilitas kesehatan jadi terdampak jika KRL ini disetop operasionalnya,” kata Jodi.

Sebagai informasi, DKI Jakarta telah menerapkan PSBB sejak 9 April 2020. Sementara Bogor, Depok, dan Bekasi mulai 15 April 2020.

Disadur dari : https://m.cnnindonesia.com/ekonomi/20200417184032-92-494678/pemerintah-putuskan-krl-tetap-beroperasi-sabtu-18-april

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

15 − two =