PELEPASAN KAPAL KEMANUSIAAN ACT

Cimahi, BarayaKita – Kapal kemanusiaan ACT (Aksi Cepat Tanggap) secara resmi akan dilepas dan berlayar pada 27 Januari 2021 ke Sulawesi Barat dan Kalimantan Selatan. Hal tersebut ditegaskan di Press Conference yang disampaikan oleh Sofian Syekh Abdul Sani Haeruman selaku Branch Manager ACT Cimahi, yang didampingi oleh Abdur Rohim, Head of marketing ACT Cimahi.

Dengan semangat yang diemban ACT “Bergerak Bersama Atasi Bencana” ACT mengajak semua pihak untuk berkolaborasi.

“Karena ACT tidak bisa bergerak sendiri, oleh sebab itu diharapkan semua pihak dengan bidang keahliannya masing-masing bersinergis dan bergerak bersama membantu karena kebencanaan adalah keniscayaan” ujar Sofian.

Sofian menjelaskan jika bantuan yang digalang oleh ACT diberikan pada penerima manfaat di dalam dan luar negeri.

“Yang jauh saja dibantu apalagi yang dekat.” Tegas Sofian. Contohnya pagi hari tadi, sudah diberangkatkan bantuan dengan Truk Kemanusiaan ke Sumedang untuk membantu korban longsor, bekerjasama dengan Kodim 0609 Cimahi.

Sehubungan dengan Kapal Kemanusiaan, secara detil Sofian menjelaskan bahwa pelepasan Kapal Kemanusiaan akan berlayar ke Sulawesi Barat dan Kalimantan Selatan di 27 Januari 2021. Kapal Kemanusiaan akan berangkat dari Tanjung Priuk, Tanjung Perak dan Sumatera. Kapal tsb akan dikawal oleh MRI (Masyarakat Relawan Indonesia), dimana setiap cabang ACT yang sudah memiliki 59 cabang, masing-masing cabang akan mengirimkan 5 relawan untuk ikut di Kapal Kemanusiaan dan bertugas di berbagai divisi seperti posko, medis dan komunikasi. Relawan-relawan ACT sendiri sudah memiliki standarisasi internasional. Para relawan bertugas untuk rescue dan recovery di lokasi bencana dari awal sampai kondisi di tempat bencana kondusif.

Untuk diketahui, sebaran posko di lokasi bencana selalu di update di berbagai media sosial ACT hingga bisa dipantau dan membantu mereka yang membutuhkan info posko ACT.

Kapal Kemanusiaan ACT yang akan dilepas tersebut adalah kapal yabg sengaja disewa dengan total nilai 20M.

“Pertimbangan menggunakan kapal adalah karena kapasitasnya yang besar dibandingkan dengan menggunakan akomodasi udara.” Jelas Abdur Rohim, Head of Marketing ACT Cimahi.

Kapal Kemanusiaan ACT ini bukanlah yang pertama kali. Karena ACT juga pernah mengirimkan Kapal Kemanusiaan di dalam dan keluar negeri, seperti ke Lombok, Palestina, Rohingya, dll.

Terakhir Sofian mengatakan, bahwa harapan ACT adalah dapat terus melaksanakan aksi-aksi kemanusiaan di berbagai kesempatan, hingga memberi kebermanfaatan di wilayah tersebut. (Edm).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

eight + eighteen =