MENGUPAS 8 MITOS AGAR CEPAT HAMIL YANG BANYAK DI PERCAYA

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita – Dokter Umum|Ditulis oleh: Atifa Adlina

Ada berbagai macam informasi yang bisa didapatkan mengenai kehamilan. Apalagi, ketika Anda sedang menjalani persiapan kehamilan. Padahal, tidak semua informasi yang Anda dengar semuanya adalah benar, termasuk soal cara cepat hamil. Ini beberapa mitos yang dipercaya agar cepat hamil. Apakah benar?

Berbagai mitos agar cepat hamil

mitos agar cepat hamil

Ketika sedang merencanakan kehamilan, tak jarang banyak pasangan memercayai semua informasi yang beredar terkait kesuburan.

Padahal, banyak informasi yang belum terbukti kebenaran medisnya.

Berikut beberapa mitos agar cepat hamil yang sering terdengar, seperti:

1. Makan taoge bisa cepat hamil

tauge, mitos agar cepat hamil

Taoge atau kecambah mungkin paling sering disebut-sebut sebagai makanan agar cepat hamil yang perlu Anda konsumsi.

Memang benar, taoge memiliki manfaat menyuburkan, tetapi sejauh ini efeknya baru ditemukan pada kesuburan pria.

Belum ada penelitian yang membuktikan manfaat taoge pada kesuburan wanita.

Mitos taoge dapat membuat agar cepat hamil ini, kemungkinan beredar karena nutrisi yang ada pada kacang hijau.

Kacang hijau diketahui mengandung folat, yakni salah satu nutrisi yang sangat diperlukan bagi wanita yang berencana hamil.

Sayangnya, penelitian yang ada baru berfokus pada kacang hijau ketimbang kecambah. Penelitian itu juga baru dilakukan pada pria, bukan wanita.

Selain belum terbukti manfaatnya, wanita hamil justru perlu berhati-hati jika hendak makan taoge.

Pasalnya, kecambah rentan terkontaminasi dengan bakteri karena tumbuh di lingkungan lembap. Ini bisa menyebabkan keracunan makanan dan berbahaya bagi janin.

Cara aman mengonsumsi taoge untuk ibu hamil menurut Academy of Nutition and Dietetic adalah dicuci hingga bersih dan dimakan dalam kondisi matang.

2. Makan kurma muda agar cepat hamil

Selain taoge, kurma muda juga cukup dikenal sebagai makanan yang baik untuk kesuburan. Namun, lagi-lagi ini masih mitos agar cepat hamil.

Penelitian yang diterbitkan pada Journal of Obstetrics and Gynaecology   menunjukkan bahwa kurma muda tidak memiliki potensi untuk menyuburkan kandungan.

Namun, peneliti dari Jordan University of Science and Technology justru menemukan bahwa rutin makan buah kurma selama hamil tua dilaporkan dapat melancarkan persalinan normal.

Sayangnya, tidak diketahui jenis kurma yang bisa membantu persalinan lebih lancar.

Masih dibutuhkan studi lebih lanjut untuk mengetahui fungsi kurma pada proses kehamilan dan kesuburan.

3. Daun singkong dapat menyuburkan kandungan

Mitos selanjutnya terkait makanan yang harus dikonsumsi agar cepat hamil adalah daun singkong.

Bagian dari tanaman singkong ini dipercaya memiliki potensi untuk menyuburkan kandungan.

Faktanya, belum ada penelitian yang mendukung mengenai khasiat daun singkong yang membuat wanita cepat hamil, sehingga informasi ini masih tergolong mitos.

Perlu Anda ketahui, jika tak cermat mengolahnya menjadi makanan, singkong dapat melepaskan sianida.

Kandungan ini berupa zat beracun jika dikonsumsi secara utuh. Tanda-tanda keracunan sianida, meliputi sakit kepala, gelisah, dan kejang-kejang.

4. Pertama kali bercinta tidak membuat hamil

seks mito agar cepat hamil

Mungkin Anda pernah mendengar informasi yang satu ini. Sebagian orang percaya bahwa apabila baru pertama kali berhubungan seksual tidak akan terjadi apa-apa.

Padahal, kehamilan tidak ada hubungannya dengan sudah berapa kali berhubungan seks.

Apabila sudah memasuki masa subur pada waktu pertama kali berhubungan, ada kemungkinan Anda bisa hamil.

5. Sering bercinta agar cepat hamil

Sebagian orang beranggapan bahwa semakin sering suami istri bercinta, semakin besar pula peluang kehamilan.

Namun faktanya, bercinta setiap hari justru membuat kualitas sperma yang dikeluarkan tidak begitu baik.

Pasalnya, proses pematangan sperma membutuhkan waktu 2-3 hari. Jadi, jika dikeluarkan setiap hari, hal ini justru bisa memperkecil peluang kehamilan.

Untuk itu, disarankan untuk bercinta 2-3 kali seminggu di masa subur agar cepat hamil, bukan setiap hari.

Akan tetapi, bercinta setiap hari juga tidak menjadi penyebab infertilitas, baik pada pria maupun wanita.

6. Setelah seks perlu angkat kaki agar cepat hamil

Mitos lainnya agar cepat hamil adalah mengangkat kaki sembari menempatkan bantal di bawah pinggul setelah melakukan seks.

Hal ini dipercaya membantu mendorong sperma untuk berenang lebih cepat menuju sel telur. Pasalnya, sperma membutuhkan waktu untuk bisa sampai ke sel telur.

Posisi tidur ini dianggap membantu melawan gravitasi bumi sehingga air mani tidak keluar lagi dari vagina setelah penetrasi.

Belum ada penelitian ilmiah yang bisa membuktikan anggapan tidur mengangkat kaki membuat perempuan cepat hamil.

Seberapa cepat sperma bisa sampai ke sel telur dipengaruhi oleh kualitas sel sperma dan juga hormon endokrin.

Meski begitu, beberapa ahli kesehatan berpendapat bahwa tidak ada salahnya Anda mencoba cara cepat hamil yang unik ini.

Wanita yang tidur rebahan dengan kaki diangkat selama 15 menit setelah seks berpeluang 27% lebih tinggi untuk hamil setelah melewati tiga kali siklus ovulasi.

7. Buang air kecil setelah seks mencegah kehamilan

Banyak pasangan yang khawatir kalau buang air kecil habis bercinta bisa bikin wanita jadi susah hamil.

Ini menjadi mitos bahwa setelah berhubungan seksual sebaiknya menahan pipis agar cepat hamil.

Padahal, buang air kecil setelah bercinta tetap bisa membuat Anda hamil.

Urine tidak akan membasuh sperma keluar dari vagina karena lubang kemih serta lubang bukaan vagina pun berbeda.

Hal yang tak kalah penting, buang air kecil setelah bercinta itu wajib hukumnya.

Pasalnya, area organ intim rawan terpapar virus atau bakteri penyebab infeksi saluran kemih (ISK). Ketika Anda buang air kecil, segala bakteri pun akan ikut terbasuh keluar.

8. Minum obat batuk bisa bikin cepat hamil

Apakah Anda pernah mendengar mitos bahwa minum obat batuk bisa membantu agar cepat hamil?

Hal ini karena adanya kandungan guaifenesin yang diyakini mampu mengencerkan lendir serviks pada masa ovulasi sehingga sperma mudah bergerak menuju sel telur.

Sejauh ini, baru ada satu studi klinis yang menguji sirup obat batuk dalam meningkatkan kesuburan.

Dalam penelitian pada tahun 1982, dilaporkan bahwa kehamilan yang terjadi setelah minum obat batuk lebih tepat jika disebut sebagai kebetulan atau efek plasebo.

Daripada percaya dengan informasi mitos agar cepat hamil, lebih baik konsultasikan langsung pada dokter kandungan atau ahli gizi.

Anda bisa langsung melakukan tes kesuburan sekaligus mendapat bimbingan lebih baik dalam merencanakan kehamilan

Sumber:  https://hellosehat.com/kehamilan/kesuburan/mitos-agar-cepat-hamil/

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

fifteen + 2 =