Mengenal Kampung Jelekong, Sebagai Kampung Seni di Bandung

Kampung seni di Bandung memang tak banyak. Bahkan masih bisa dihitung dengan jari. Terdapat satu kampung yang terkenal dan layak dianugrahi sebagai kampung seni itulah Jelekong yang berada di kawasan Bandung Selatan.

Jelekong sebagai salah satu kampung seni di Bandung, bisa juga dianggap sebagai kampung lukis. Setidaknya, terdapat lebih dari 700 orang pelukis yang ada di kampung ini. Sejarah kemunculannya sebagai kampung lukis memang tidak begitu jelas. Namun, jika dirunut berdasarkan cerita, pewarisan seni lukis bagi warga Jelekong dimulai sejak 1970-an.

Berkaitan dengan seni lukis, ada kategori menarik yang menentukan status seorang pelukis di Jelekong. Kategori yang dimaksud adalah penggolongan pelukis berdasarkan tiga kelas, yaitu kelas bawah, kelas menengah dan kelas atas.

Pelukis kelas bawah bisa juga disebut sebagai pelukis yang pemula. Pelukis ini pada umumnya memanfaatkan pemandangan sebagai tema utama lukisannya. Tak hanya itu, dari segi peralatannya pun kelas bawah masih menggunakan cat dan peralatan lukis sederhana, termasuk kanvas dan bingkai lukisna. Jadi wajar jika lukisan di kelas bawah memiliki nilai ekonomi yang paling rendah.

Pelukis kelas menenggah dicirkan dengan peralatan dan bahan lukisan yang cukup bagus. Sementara tema lukisan yang diminati pelukis kelas menengah biasanya adalah binatang, terutama lukisan ikan koi yang juga menjadi ikon lukisan yang terdapat di Jelekong selain lukisan alam atau pemandangan.

Sementara pelukis kelas atas dicirikan dengan kualitias lukisannya. Kualitas lukisan tak hanya dilihat dari peralat atau bahkan lukisan yang bagus. Pelukis di kelas ini pada umumnya menekankan pada originalitas lukisan yang sangat berkaitan dengan keunikan ide. Yang dimaksudkan keunikan ide disini adalah biasanya banyak dihasilkan dari inspirasi dan imajinasi sendiri.

Terlepas dari kelas-kelas pelukis di atas, ada satu hal yang bisa dibanggakan dari Jelekong sebagai kampung seni di Bandung. Hasil lukisan di Jelekong ini, bukan hanya diminati di pasaran lokal saja bahkan telah merambah ke pasar Internasional

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 × 5 =