MEMUTUSKAN KELUAR DARI PEKERJAANNYA DAN MANTAP MENJADI PETANI

Kab Bandung Barat, BarayaKita –  Bagi para pemuda lulusan SLTA yang tidak bisa melanjutkan kuliah, bekerja di perusahaan merupakan salah satu pilihan dan dambaan bagi setiap orang. Karena dengan bekerja, para anak muda bisa memenuhi kebutuhan hidup dan keinginan gaya hidupnya tanpa harus menggantungkan lagi pada orang tua. Terlebih jika sudah berkeluarga dan punya anak, tentu bekerja adalah dambaan bagi setiap laki-Laki untuk menafkahi keluarganya.

Adalah Tatang Suhayat yang nekat keluar dari Caffe dan Restoran tempat dia bekerja mencari nafkahnya selama bertahun-tahun demi memutuskan untuk menjadi petani. Menurut Tatang memang pada waktu itu dirinya Dilema untuk menentukan pilihan antara terus bekerja atau Keluar.  Akhirnya setelah dipertimbangkan Tatang memilih hengkang dari tempat kerjanya dan memutuskan untuk menjadi petani bunga mawar.

Dengan bermodalkan uang simpanan untuk memenuhi kebutuhan hidup bersama keluarganya beberapa bulan saja, Tatang nekat mengajukan pinjaman ke bank untuk membuat sebuah green house di kebunnya. Perjuangn Tatang membuahkan hasil, pada bulan ke enam bunga mawarnya sudah mulai panen, dan mulai menjual hasil panennya ke bandar kembang.

Seiring berjalannya waktu, Tatang jatuh bangun mengelola hasil panennya, dan terkadang bunganya tidak dibayarkan oleh bandar atau pengepul bunga mawar. Jutaan bahkan sampai puluhan juta uangnya mengendap di bandar bunga.

Melihat situasi dan kondisi hasil panen mawarnya yang selalu mengendap di bandar bunga yang kurang bertanggung jawab, Tatang akhirnya memutuskan untuk menjual langsung hasil panen bunga mawarnya ke Florist dan pengusaha wedding melalui promosi lewat medsos miliknya. Usaha Tatang tidak sia-sia, satu persatu pesanan datang dari luar daerah, dan akhirnya kang Tatang memutuskan selain bertani, dia juga menjadi supplier bunga mawar potong melalui online,dan seiring berjalannya waktu Tatang setiap minggunya melayani para pembeli puluhan hingga ratusan kodi mellaui online ke beberapa daerah di Jawa dan di luar Jawa. Dan buah kerja kerasnya Tatang sekarang sudah bisa hidup dari ptofesinya sebagai petani bunga mawar. (Udp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

four × 4 =