LIBUR TAHUN BARU, PANGANDARAN ANTISIPASI WISATAWAN MEMBLUDAK

Pantai Barat Pangandaran yang memesona

 

Pangandaran,BarayaKita
Kabupaten Pangandaran yang terus berbenah diri pada destinasi wisatanya siap sambut wisatawan jelang pergantian tahun ini. Untuk mengantisipasi membludaknya pengunjung/ wisatawan utamanya di Pantai Timur dan Pantai Barat, sejumlah upaya telah dilakukan pihak berkepentingan diantaranya Kepolisian yang akan turut mengatur rekayasa lalulintas keluar masuk kendaraan ke obyek wisata.

Kapolsek Pangandaran Kompol Suyadi,SH,MM mengatakan, pihaknya lakukan pengamanan bersama TNI dan Pemkab serta unsur masyarakat lainnya, dengan fokus diantaranya pada pengaturan keluar masuk kendaraan untuk meminimalkan terjadinya kemacetan diwilayahnya.

“Khususnya di Kecamatan Pangandaran ada beberapa kantong parkir di Pantai Barat yang jadi berkurang karena proses pembangunan renovasi taman dan berbagai fasilitas penunjang, sehingga kami harus optimalkan area yang ada,” kata Suyadi saat dihubungi melalui sambungan telephone Kamis malam 26/12/19.

Suyadi menuturkan, kini Pangandaran hanya miliki 3 areal lokasi kantong parkir utamanya untuk kendaraan besar seperti bus, truck dan pick-up, sementara untuk kendaraan kecil (roda 4/ mobil pribadi) bisa masuk parkir hotel dan penginapan. Pihaknya juga akan maksimalkan area sepanjang 2 kilometer pada taman boulevard hingga Cagar Alam Pananjung, yang bisa memuat sekitar 1000 kendaraan.

Pangandaran  dan perahu nelayan

 

Pantai Timur pangandaran yang semakin eksotis
Pangandaran, jelang senja dari sudut hotel

“Kami himbau untuk rombongan wisatawan yang nantinya gunakan bus dan truck bisa parkir di 3 lokasi diantaranya ; lapang Bulak Laut, Pasar Wisata dan Lapang Katapang Doyong,”ujar Suryadi.

Lebih lanjut Suyadi menjelaskan, seperti tahun lalu pihaknya akan lakukan pagar betis personel di Pantai Barat, karena kini kantong parkirnya berkurang (akibat pembangunan) taman dan fasilitas penunjang lainnya.

“ Para wisatawan itu setelah masuk lewat pintu 1 dan 2 kita arahkan seluruhnya melalui Pantai Timur menuju Pantai Barat, jadi melingkar seperti arah jarum jam. Manakala terjadi kepadatan luar biasa (di Pantai Barat) kita akan alirkan ke Cikembulan”, jelas Suyadi. (ast-gp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 × 1 =