KONFLIK INTERNAL PANITIA FESTIVAL & KIRAB BUDAYA 2019 FORUM ORMAS LSM KOTA

Cimahi,BarayaKita
Acara yang seharusnya sebagai alat pemersatu antara Organisasi Masyarakat di Cimahi ini malah melahirkan Konflik yang berkepanjangan.Rabu (11/12/2019)
Permasalahan ini bermula ketika Panitia Festival & Kirab budaya enggan merapatkan hasil revisi Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) kepada Ketua dan pengurus Forum Ormas LSM Kota Cimahi,dimana ketika gelaran Rapat Laporan pertanggungjawaban (LPJ) Panitia pertama (Rabu,4 Desember 2019) yang di evaluasi oleh tim evaluasi (Tim 7) yang di bentuk oleh Forum dan di ketuai oleh Ir Maktal S Nugraha.Maktal menyoroti LPJ Panitia yang menurut nya itu dalam segi form salah,dalam kolom pemasukan uang banyak yang tidak tercatat,sementara di pengeluaran banyak yang tercatat,seperti Bazzar misalnya,anggaran yang masuk tidak tercatat sementara ada ketentuan untuk membayar untuk stan baik itu secara internal Forum ataupun diluar Forum yang ikut berpartisipasi “ada kisaran biaya yang harus di bayar jika ingin mengikuti bazzar,Kenapa anggaran pemasukan bazzar tidak dimasukan?kalaupun lupa input kenapa dengan nominal yang besar sampai tidak tercatat? ” Ujarnya.
Oleh karena itu hasil Rekap LPJ Panitia ditolak dan harus di Revisi,untuk menunjukan validitas,tranparant dan akuntable.pada saat itu Rapat ditutup dan menunggu hasil Revisi Panita seminggu ke depan.
Berselang 1 minggu dari di gelarnya Rapat,tepat pada tanggal 11 Desember 2019 pihak Panitia bereaksi bahwa ketentuan dari hasil Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) itu diserahkan ke Ketua Forum dan Ketua Forum membagikannya kepada seluruh pengurus dan Anggota Forum
Sementara Dede Syarif sebagai Ketua Panitia mengundurkan diri dari Forum Ormas Lsm dan mempermasalakan SK yang tidak dibuatkan oleh Forum itu sendiri dan enggan untuk menggelar Rapat Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) ini secara terbuka dan di ketahui oleh seluruh anggota Forum Ormas LSM Cimahi.
[11/12 10.48] Dede Syarif: “Sesuai dengan waktu yg disampaikan pada pertemuan LPJ Minggu kemarin, LPJ revisi sudah kami serahkan by PDF ke Ketua Forum dan ke Saudara Maktal S Nugraha. Insyaallah mudah2an waktunya keburu, akan sy serahkan hard copy Laporan Kegiatan tsb kepada Ketua Forum” ujarnya
[11/12 10.52] Dede Syarif: “Karena SK Pengangkatan Kami sebagai Panitia Festival & Kirab Budaya ORMAS LSM Cimahi juga tidak di SK kan oleh Ketua Forum, maka dengan sendirinya kami Panitia membubarkan diri pasca Revisi LPJ ini, karena berlarut-larutnya terus kekurang harmonisan antara Kami Panitia dengan pihak Pengurus Forum” sambungnya
“Dengan demikian,Mohon maaf yg sebesar-besarnya, karena kesibukan utk mengurus pergelaran D’LONGSER Roadshow dan pra produksi film ‘Kompi Daeng, di akhir tahun 2019 dan awal thn 2020 ini, serta kesibukan lainnya yg tidak mungkin bisa berbagi waktu utk mengurus Forum ORMAS LSM Cimahi, saya Dede Syarif HD Ketua Lembaga Kebudayaan Cimahi (LeKCi) dan seluruh Pengurus LeKCi yg dimandatkan sebagai Pengurus Forum, dengan ini mencabut mandat keikutsertaan kami di Kepengurusan Forum ORMAS LSM Cimahi dan mundur sebagai Sekretaris dan Pengurus Forum ORMAS LSM Cimahi.Semoga Forum ORMAS LSM Cimahi tetap maju dan tetap mampu menjaga silaturahmi dengan baik.Terimakasih.Sementara untuk menyelesaikan permasalahan hutang pihutang baik di internal ataupun external Forum sepenuhnya akan dicarikan solusi oleh pihak ex-panitia dengan waktu yang tidak di tentukan”.pungkas Dede Syarif.
Apa yang terjadi di Panitia Festival & Kirab budaya Forum Ormas LSM Cimahi?data keuangan yang tidak jelas,alokasi anggaran yang tidak jelas sehingga menyisakan kewajiban utang piutang baik secara internal maupun secara external,apakah mereka menggantungkan penghidupan dari hasil uang yang di dapatkan dari acara tersebut?bagaimana orang orang yang sudah bekerja setulus hati untuk terselenggaranya acara ini?apakah hak hak nya akan terbayarkan?siapa yang akan bertanggung jawab akan hal ini?hanya waktu yang bisa menjawab semua.
Itu adalah sedikit contoh kecil apa yang terjadi di cimahi,ini sebuah pelajaran bagaimana pengeloaan management yang baik akan menghasilkan organisasi yang sehat,jangan sampai terulang kejadian di kota dan kabupaten lain di jawabarat umumnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

11 + 9 =