KERONCONG SERAYU DIGELAR SABTU INI

Pagelaran ke – 5 ‘Keroncong Serayu’ akan kembali digelar oleh Komunitas Keroncong Serayu

Banjarnegara, Sabtu malam 24 Agustus 2019. Pentas tahunan tersebut akan digelar di The Pikas Artventure Resort, Kutayasa, Kec. Madukara, Kab. Banjarnegara. Selain materi pementasan rutin dengan suguhan keroncong untuk generasi muda,
tahun ini sedikit menampilkan konsep yang agak bebeda yaitu keroncong orkestra.

Wibya Andana Prima Music Director pagelaran ini mengatakan, penampil utama adalah komunitas Orkes Serayu dengan tajuk Keroncong Serayu Orkestra yang akan berkolaborasi dengan musisi muda MoveOn Music dari Yogyakarta sebagai pengisi chamber.

Selain pentas musik, tahun ini  Keroncong Serayu juga akan melakukan pemutaran film dokumenter berjudul “Mencari Sutedja” garapan CLC Purbalingga dan Jaringan Kerja Film Banyumas (JKFB) yang di sutradarai oleh Bowo Leksono, sineas pegiat film berbasis komunitas. Sutedja adalah pencipta lagu legendaris Ditepinya Sungai Serayu.

“Film dokumenter ini perlu diketahui oleh khalayak secara luas apalagi erat berkaitan dengan khasanah musik Keroncong di Indonesia terlebih
di Banyumas bahkan secara khusus menjadi inspirasi digagasnya ajang musik Keroncong Serayu” menurut Novi Ali Nurmansyah penggagas Keroncong Serayu. Selain pementasan rutin tahunan Keroncong Serayu juga digelar dalam rangka memeriahkan kegiatan Festival Serayu Banjarnegara tahun 2019 yang telah dibuka oleh Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono pada Kamis 22 Agustus 2019 di Stadion Sumitro Kolopaking. Festival Serayu Banjarnegara berlangsung 22 – 25 Agustus 2019.

AWAL EKSISTENSI KERONCONG SERAYU

Kepada radiokeroncong.id dan keroncong.id Wibya Andana menjelaskan, awalnya Keroncong Serayu (KS) adalah buah dari keinginan pegiat keroncong di Banjarnegara untuk menggandeng Krontjongers yg berada di lintasan Sungai Serayu. Maka pada bulan november 2015, untuk kali pertama kegiatan KS digelar.

Wibya menambahkan, penggagas acara ini antara lain Novi Ali Nurmansyah, Edi S. Keroncong, yg telah lama berkecimpung dlm dunia keroncong, yang akhirnya memfasilitasi serta menjembatani pegiat dan komunitas keroncong.
Gayung bersambut, sejauh ini dukungan dari dinas terkait cukup baik. Bahkan Disparbud Kabupaten Banjarnegara tiap tahunnya selalu menyokong event tahunan KS ini.

Terbukti eksistensi KS dalam pagelaran sejak awal, telah menampilkan diantaranya Keroncong The Sixty Nine dari Cilacap, OK. Camelia – Klampok Banjarnegara, SSTEM Banjarnegara, V.O.C dr Jogjakarta, Keroncong Biru Jogjakarta, Harmony Keroncong Muda Purbalingga, Orkes Keroncong Anak Bawang SMA N 1 Bawang, Move On Chamber Yogyakarta, Keroncong Serayu ( Gabungan dari beberapa kabupaten ).

Menurut publik, Keroncong Serayu yang kini lebih dari sekadar pagelaran musik keroncong, tak bisa dipandang remeh. Penonton dari tahun ketahun semakin bertambah, jejaring pendukung semakin banyak pula, adalah bukti nyata, KS bukan sembarangan event. Setidaknya data dari panitia menyebut, rata rata dalam satu event, ada ± 30an pemusik, dan ±20an panitia yg terlibat. Eksistensi yang perlu ditiru ditempat lain. [gpartho|rki]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 × one =