EMPAT KAPTEN BERPENGARUH DI KLUB LIGA 1

Sejak Liga 1 dimulai pada 2017, klub-klub kasta tertinggi sepak bola Indonesia bertarung dengan sangat kompetitif. Persija Jakarta, PSM Makassar, Bali United, Persipura Jayapura, Persebaya Surabaya, bahkan Bhayangkara FC mampu bersaing ketat.

Sejumlah klub elite Liga 1 memiliki pemain-pemain berpengaruh di dalam timnya, mulai dari palang pintu terbaik, hingga striker yang menjadi mesin gol. Tak hanya itu, peran seorang kapten di dalam tim pun menjadi sangat krusial bagi permainan tim di lapangan hijau.

Sebut saja Fadil Sausu di Bali United, atau Boaz Solossa yang memang menjadi pemain paling senior di skuat Persipura Jayapura hingga saat ini. Keduanya punya peran krusial bagi tim masing-masing, meski kontribusi yang diberikan memiliki keunggulan masing-masing.

Seorang kapten memang diharapkan bisa menjadi pengayom para pemain, baik di dalam maupun di luar lapangan. Seperti yang melekat dalam diri Bambang Pamungkas saat masih aktif bermain bersama Persija Jakarta.

Bambang Pamungkas memang sudah tidak menjadi kapten dalam dua musim terakhir di Liga 1, tapi peran sentralnya setelah cukup lama menjadi kapten melekat hingga akhirnya pensiun pada akhir Liga 1 2019.

Dalam laga perpisahannya, Andritany Ardhiyasa sang kapten Persija berlari ketika Bepe masuk lapangan dan mengenakan ban kapten kepada pemain bernomor punggung 20 itu.

Klub lain pun memiliki kapten yang memiliki pengaruh besar terhadap perjalanan tim di Liga 1. Kali ini Bola.com mengulas kapten-kapten tim yang memberikan pengaruh besar di Liga 1.

Boaz Solossa

Boaz Solossa jelas merupakan pemain yang berpengaruh di Persipura Jayapura hingga saat ini. Pemain yang tercatat selalu bermain di Persipura dalam setiap kompetisi resmi, kecuali turnamen pramusim di mana dia pernah bermain di Borneo FC.

Sebagai pemain yang masuk ke level profesional bersama Persipura pada 2004, Boaz memang merupakan pemain paling loyal yang akhirnya didaulat menjadi kapten sejak era Liga 1 dimulai pada 2017.

Sosok Boaz memang merupakan panutan bagi para pemain asal Papua, terutama yang berada di Persipura. Sosoknya yang matang dan punya pengalaman besar, termasuk di Timnas Indonesia, menjadikannya sebagai role model bagi para pemain muda, seperti Marinus Wanewar dan Todd Rivaldo Ferre.

Sejak 2017 hingga 2020 menjadi kapten, Boaz Solossa jelas memiliki pengaruh kuat bagi skuat Mutiara Hitam. Meski klub berganti pelatih, Boaz tetap menjadi leader di dalam lapangan hijau dan Persipura tetap menjadi tim tangguh yang selalu menjadi pesaing di papan atas, kecuali di Liga 1 2018, di mana Mutiara Hitam harus terpuruk di peringkat ke-12.

Wiljan Pluim

Wiljan Pluim merupakan sosok penting yang sudah ada di PSM Makassar sejak 2016. Dalam musim pertama Liga 1 pada 2017, Pluim tak kesulitan untuk beradaptasi dengan permainan Juku Eja.

Kualitas yang dimilikinya membuat Pluim terpilih menjadi kapten PSM pada 2018 setelah Hamka Hamzah pergi. Sosok kepemimpinan pemain asal Belanda itu di lini tengah, serta peran sentralnya dalam menggerakan permainan tim membuat Robert Alberts saat itu tidak ragu untuk menunjuknya menjadi kapten.

Bahkan PSM Makassar mampu memperlihatkan performa bagus dalam sepanjang musim, di mana Juku Eja menjadi pesaing utama untuk menjadi juara, hingga akhirnya harus puas dengan finis di posisi runner-up.

Meski setelah itu PSM Makassar berganti pelatih, seperti Darije Kalezic dan kini Bojan Hodak, Wiljan Pluim tetap menjadi sosok yang memiliki karisma di lapangan tengah Juku Eja. Bahkan perannya sangat krusial, di mana sangat terlihat pengaruhnya ketika dirinya harus absen bertanding karena cedera.

Fadil Sausu

Gelandang tengah Bali United ini selalu dipercaya menjadi kapten tim sejak Liga 1 dimulai pada 2017. Ketenangan Fadil Sausu di lini tengah dan kemampuannya mengatur ritme permainan Serdadu Tridatu membuat sosoknya sangat cocok menjadi pemimpin di lapangan hijau.

Tak hanya mampu menjaga keseimbangan dalam permainan Bali United, peran penting lain Fadil di skuat Serdadu Tridatu adalah kemampuan sang pemain untuk mengirimkan umpan matang.

Kemampuannya memberikan umpan, baik dalam permainan terbuka maupun dari situasi set-piece, memang menjadi andalan Fadil yang kerap membantu Bali United meraih angka. Bahkan kemampuan set-piece yang dimilikinya kerap membantu Bali United mencetak gol yang cantik darinya.

Mulai dari Widodo Cahyono Putro hingga hadirnya Stefano Cugurra Teco pada musim lalu, Fadil Sausu tetap dipercaya menjadi kapten tim Serdadu Tridatu.

Supardi Nasir

Supardi Nasir menjadi kapten Persib Bandung sejak Liga 1 2018. Kontribusinya yang mumpuni di lini bertahan Persib pada musim 2017 membuatnya memang layak untuk menjadi kapten tim.

Selain punya pengalaman bermain di Persib pada 2013 hingga 2016, Supardi yang baru kembali pada musim 2017 tetap mampu bermain di level tertinggi dan memimpin para pemain muda untuk tampil dengan kerja keras di lapangan.

Hingga usianya yang sudah mencapai 37 tahun ini, Supardi masih tetap menjadi andalan di sisi sayap pertahanan Maung Bandung. Pengalaman dan konsistensinya bermain di level tersebut memberikan pengaruh kuat bagi para pemain muda Persib lainnya untuk memberikan performa maksimal di lapangan.

Disadur : https://www.bola.com/indonesia/read/4248203/4-kapten-berpengaruh-di-klub-liga-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

11 − nine =