DIVISI BISNIS AREMA KELIMPUNGAN PENUHI TANGGUNGAN SPONSOR MUSIM 2020

Divisi Bisnis Arema FC jadi yang paling sibuk selama pandemi virus corona. Mereka kelimpungan memenuhi tanggung jawab kepada sponsor.

Ketika tidak ada kompetisi, sponsor bertanya-tanya kepada divisi bisnis Arema bagaimana nasib kerjasama mereka. Pasalnya, sponsor yang menempel di jersey tim mayoritas sudah memberikan dana di termin pertama pada awal musim.

“Sekarang kabar mayoritas klub Liga 1 tidak ingin melanjutkan musim 2020 sudah sampai ke telingan sponsor. Jadi mereka menanyakan kerjasamanya. Kalau dihitung kompensasi yang sudah diberikan Arema, itu belum memenuhi sepadan dengan dana yang sudah diberikan,” jelas Manajer Bisnis Arema, Yusrinal Fitriandi.

Maklum, kompensasi yang biasa diberikan Arema 70 persen ada pada aktivitas pertandingan saat kompetisi berjalan. Seperti di papan iklan, jersey tim ketika bertanding dan disiarkan live, hingga aktivitas penjualan di luar stadion.

“Sekarang kami menggantinya dengan membuatkan konten digital. Sampai Desember lalu, kami baru bisa memenuhi 50 persen saja. Itupun sudah kewalahan kami. Sekarang tidak bisa bikin karena PPKM (Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat),” keluhnya.

Selama ini, divisi bisnis Arema membuat beberapa konten seperti iklan dan dimuat di youtube serta akun media sosial. Pemain juga dilibatkan untuk upload konten berbau promosi sponsor di akun media sosial masing-masing.

“Untungnya sponsor mau menerima konsep itu. Selanjutnya, kami menunggu kepastian apakah kompetisi benar-benar berhenti atau lanjut. Kan tergantung PSSI nantinya,” lanjutnya.

Nasib Official Store

Jika pemerintah sudah mencabut PPKM, divisi bisnis kembali aktif membuat konten dengan pemain atau bentuk promo yang lain. Semua yang ada di Arema juga bisa ikut menjualkan produk dari sponsor.

“Kalau ditanya kerugian yang dialami Arema, sudah tidak terhitung. Banyak pastinya. Untuk kerja sama musim selanjutnya pasti nilai klub di depan sponsor turun karena kompetisi masih belum ada penonton sehingga tidak ada aktivitas sponsor (penjualan) di area stadion,” tegas dia.

Selain sibuk menyelesaikan tanggungan dengan pihak sponsor, tim bisnis Arema masih berupaya memaksimalkan pemasukan lainnya. Terutama dari penjualan merchandise di official store. Sejak kompetisi terhenti Mei 2020, total penjualannya turun 70 persen.

Meski sempat bangkit karena aktifnya tim Arema FC Putri, tapi secara keseluruhan penjualan belum memenuhi target.

“Rencana selanjutnya memaksimalkan apparel SEA (Singo Edan Apparel). Nantinya ada produk tidak hanya berkaitan dengan Arema saja. Apparel ini dibuat seperti apparel olahraga umumnya. Jadi bisa dijual diberbagai tempat,”pungkasnya.

 

Disadur : https://www.bola.com/indonesia/read/4461305/divisi-bisnis-arema-kelimpungan-penuhi-tanggungan-sponsor-musim-2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

14 + 2 =