CORONA VIRUS PURBA?

Tahun 2015 tim gabungan ilmuwan AS dan Tiongkok mengebor kedalaman 50 meter lapisan es tertua dunia di Tibet. Baru pada Januari 2020 dirilis hasil riset, mereka menemukan 33 grup virus, 28 di antaranya virus purba yang belum pernah teridentifikasi.

Bila global warming terus terjadi dikhawatirkan lambat laun lapisan es di Tibet tersebut akan menipis dan melepas virus-virus purba yang terpendam dalam lapisan es.

Penipisan lapisan es Artik dilaporkan tahun 2016 oleh Marina Migunova saat mengidentifikasi citra satelit kepulauan Novaya Zemlya Rusia. Baru pada 2019 AL Rusia dan Northern Fleet Hydrographic Service mengkonfirmasi kemunculan pulau baru tersebut telah ditemukan ekosistem mini salah satunya di pulau terbesarnya yang berukuran 54 ribu meter persegi.

Desember 2019 dr. Li Wenliang, whisle blower Corona pertama, mengabarkan kepada sekelompok dokter di medsos dan grup WeChat bahwa 7 kasus mirip SARS telah dikonfirmasi terkait dengan pasar makanan laut di Wuhan, yang diyakini sebagai sumber virus.

Temuan virus purba dalam lapisan es Tibet, penipisan lapisan es Artik akibat global warming, dan sumber awal mula virus Corona di pasar makanan laut di Wuhan mungkin cukup menjadi pola saling berkaitan kemunculan Corona atau minimal membuktikan global warming yang mungkin saja tak sengaja melepas virus purba yang lebih ganas dari Corona.

*Memelihara kelestarian alam berarti kita telah ikut menjaga keseimbangan alam…*

Disadur dari : https://www.sciencealert.com/several-ancient-viruses-have-been-found-in-15-000-year-old-glacial-ice https://www.bbc.com/news/world-europe-49510721 https://dunia.tempo.co/read/1305135/wawancara-dokter-wuhan-sebelum-meninggal-karena-virus-corona

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

16 − ten =