Benarkah Tidur Nyenyak dapat Menurunkan Berat Badan?

Tidur yang nyenyak bisa bantu Anda turunkan berat badan. (Foto: seventhgeneration.com)

 

Tahukah Anda bahwa tidur nyenyak adalah cara termudah untuk menurunkan berat badan? Ilmu Kedokteran telah membuktikan bahwa jika Anda tidur nyenyak, ini akan memicu proses penurunan berat badan lebih cepat.

Sementara jika Anda kurang tidur, ini akan menyebabkan banyak masalah untuk kesehatan Anda. Mulai dari depresi, diabetes, penyakit jantung, dan masih banyak lagi.

Tidur nyenyak memang diyakini dapat menurunkan berat badan dan menjadikan tubuh lebih bugar. Namun jangan juga Anda terlena dengan rasa nyaman saat tidur, karena tidur terlalu lama juga akan memberikan dampak negatif pada tubuh dan bahkan bisa membuat berat badan Anda bertambah!

Studi lain yang dilakukan oleh University of Chicago Research telah membuktikan bahwa tidur yang cukup adalah cara termudah untuk menurunkan berat badan.

Jadi, jika Anda tengah menjalani diet namun berat badan belum kunjung turun, maka cobalah untuk tidur nyenyak secara teratur selama 7-8 jam setiap hari. Berikut ini merupakan beberapa alasan, mengapa tidur nyenyak dapat membantu penurunan berat badan Anda:

Mengontrol rasa lapar

Tidur dapat meningkatkan produksi hormon yang bertanggung jawab terhadap rasa lapar Anda. Tidur kurang dari 6 jam, dapat menyebabkan peningkatan produksi hormon ghrelin secara signifikan, yang pada akhirnya membuat Anda terus merasa lapar dan memicu makan berlebih. Kurang tidur juga menurunkan tingkat leptin sehingga memperparah rasa lapar Anda.

Namun, bukan berarti berat badan dapat turun hanya dengan tidur cukup dan tidak dibarengi dengan mengatur pola makan yang sehat. Pastikan Anda tetap menjaga pola makan Anda dengan baik, dan kurangi asupan makanan berlemak yang dapat menyebabkan kenaikan berat badan.

Mengurangi penyimpanan lemak

Waktu tidur yang cukup meningkatkan kemampuan tubuh untuk memetabolisme karbohidrat. Semakin banyak Anda tidur, semakin baik aktivitas metabolisme dan karenanya, semakin sedikit penyimpanan lemak dalam tubuh Anda.

Kurang tidur di sisi, dapat menyebabkan peningkatan kadar gula darah dan produksi hormon insulin berlebihan. Lama-kelamaan ini akan berujung pada pengembangan diabetes.

Meredakan depresi

Gangguan psikologis juga menyebabkan peningkatan berat badan. Saat Anda mengalami depresi, maka besar kemungkinan Anda juga akan mengalami peningkatan atau penurunan berat badan. Tidur nyenyak dengan waktu yang cukup, dapat membantu meredakan masalah ini.

Tekanan darah dan kadar gula meningkat dalam keadaan stres dan depresi. Sementara di sisi lain, waktu tidur yang cukup dapat mengurangi masalah ini.

Article By Claudia Ramadhani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 × three =