BALMON BANDUNG MUSNAHKAN BARANG BUKTI PENGGUNA FREKUENSI ILEGAL

Bandung – Balai Monitor (Balmon) Spektrum Frekuensi Radio Kelas 1 Bandung, memusnahkan 106 unit barang bukti penggunaan frekuensi radio ilegal sebagai hasil operasi penertiban frekuensi radio terhadap pelanggaran spektrum frekuensi dan alat perangkat radio di Jawa Barat di Bandung, di Kantor Balmon Jalan Pacuan Kuda – Arcamanik Kota Bandung, Kamis 14/11/19.

Acara diawali dengan pemusnahan secara simbolis oleh Kepala Subdirektorat Monitoring dan Penertiban Perangkat Pos dan Informatika – Ditjen SDPPI Kominfo Dr.Ir. Irawati Tjipto Priyanti MT, kemudian barang bukti lain dikeluarkan dari karung diletakkan dihalaman parkir Balmon Kelas 1 Bandung.

Barang bukti yang dimusnahkan adalah hasil operasi tahun 2009 – 2019 tersebut, sebanyak 106 unit perangkat telekomunikasi terdiri dari : exciter radio, radio komunikasi – HT, STL Link, dan penguat signal. Semua barang bukti dilindas dengan menggunakan alat berat (selender/stoom) yang dipimpin langsung oleh Kepala Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kelas 1 Bandung, diikuti Kepala Seksi pemantauan dan Penertiban, Kasi Korwas PPNS Polda Jabar dan para PPNS serta disaksikan undangan dari lingkungan SDPPI dan UPT.

Kepala Subdirektorat Monitoring dan Penertiban Perangkat Pos dan Informatika Dr.Ir. Irawati Tjipto Priyanti MT mengatakan, pihaknya dari Ditjen SDPPI Kementerian Komunikasi dan Informatika RI sangat mengapresiasi tindakan Balmon Bandung. Pasalnya menurut Irawati, barang yang dimusnahkan meski ada yang baru, banyak juga diantaranya barang bukti yang sudah tersimpan lama, bahkan ada yang hampir sepuluh tahun dan tak mungkin diproses lagi. Ira menegaskan, “Perangkat itu tak mungkin dikembalikan. dikhawatirkan bila dikembalikan akan disalahgunakan lagi oleh pemiliknya”. Ia menambahkan, pemusnahan barang bukti juga diharapkan menjadi efek jera bagi masyarakat agar tidak lagi menggunakan frekuensi secara illegal, karena penggunaan frekuensi radio secara ilegal akibatkan terjadinya gangguan frekuensi pada pihak lain yang vital.

Sementara Kepala Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kelas 1 Bandung Ir.Zainuddin Kalla, M.Si mengatakan, operasi penertiban adalah tugas rutin untuk pengawasan pengunaan spectrum frekuensi. Mata rantai dari penegakan hukum itu diantaranya adalah dengan pemusnahan barang bukti. Pemusnahakn juga dilakukan atas putusan pengadilan, penegakan hukum dan tertib administrasi penggunaan frekuensi radio. “Yang kita musnahkan itu diantaranya perangkat komunikasi radio rig, STL dan justru didominasi broadcast radio FM Rakitan atau radio gelap tak berijin”, tegas Zainuddin. (gp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

five × 3 =