ASEP SUNANDAR SUNARYA, TOKOH DALANG INDONESIA PALING MELEGENDA HINGGA KE MANCANEGARA

Asep Sunandar Sunarya adalah tokoh dalang paling fenomenal asal Jawa Barat. Tak hanya populer di kalangan masyarakat Sunda, seniman kelahiran Bandung ini juga sangat dikenal oleh hampir seluruh masyarakat di pulau Jawa hingga ke pelosok nusantara. Lebih dari itu, seni Wayang Golek Giriharja III juga mampu menarik perhatian para pecinta seni mancanegara.

Asep Sunandar Sunarya, adalah salah satu tokoh seniman paling legendaris asal Jawa Barat. Asep Sunandar boleh jadi adalah seniman asal Tatar Sunda yang paling dikenal ke seluruh pelosok Nusantara hingga ke mancanegara.

Kiprahnya sebagai dalang Wayang Golek (Sunda) bersama paguyuban Giri Harja III, telah membuat Asep Sunandar begitu familiar bagi masyarakat Indonesia. Abah Asep sapaan akrabnya, adalah dalang paling visioner yang mampu mentransformasikan Wayang Golek ke dalam sendi-sendi kehidupan.

Dalam setiap pentasnya, Abah Asep selalu berhasil mengundang besarnya animo masyarakat. Tak hanya masyarakat Jawa Barat, hampir seluruh masyarakat di pulau Jawa dan sebagian Nusantara menyukainya. Tak jarang pula turut hadir tamu-tamu asal mancanegara, yang merasa tertarik akan kebudayaan Sunda khususnya kesenian Wayang Golek.

Selain kepiawaian mendalang Abah Asep, peran paguyuban Giri Harja III sebagai pengiring gamelan tentunya memiliki posisi yang sangat menentukan. Para Nayaga Giriharja memang mampu memainkan berbagai laras nada dengan sama baiknya.

Seperti kita ketahui bersama, di Jawa Barat juga dikenal adanya budaya Kacirebonan, sebuah bentuk budaya Jawa Barat/Sunda yang berpadu dengan unsur kebudayaan Jawa ‘tulen’, yang keberadaannya makin menguat setelah eksistensi Kesultanan Mataram Islam di tanah Jawa pada awal abad 17 silam.

Disekitar Cirebon, Indramayu, Subang dan sebagian Karawang, dikenal juga adanya kesenian wayang kulit dengan iringan gamelan berlaras khas Prawa dan Pelog, dengan seruling sebagai pengatur harmoniasasinya.
Ternyata, dua laras nada khas masyarakat pantai utara ini juga mampu dimainkan oleh para nayaga Giri Harja dengan sama baiknya.

Sebelum Asep Sunandar melegenda seperti sekarang, pernah ada seorang dalang yang lebih dulu eksis di Tanah Parahyangan, yakni dalang Cecep Supriadi.
Tentunya masih banyak dalang-dalang lain, namun Cecep Supriadi dan Asep Sunandar adalah dua dalang yang dikenal saat teknologi recording telah mampu mendokumentasikan beragam  khazanah budaya kedalam kaset pita, CD hingga era digital seperti saat ini.

Lalu apa yang membuat Asep Sunandar Sunarya begitu dikenal dan mampu menarik perhatian semua orang dan dari berbagai kalangan? Tentunya hal itu tak lepas dari kemampuan naluriah dan visi Abah Asep saat memerankan berbagai lakon wayang.

Asep Sunandar telah berhasil membuat Wayang Golek menjadi hidup dan tak hanya sebuah tontonan yang menjemukan. Abah Asep mampu mengedepankan aspek kehidupan masyarakat baik secara sosial, budaya dan politik tanpa harus kehilangan esensi dari budaya wayang itu sendiri.

Tak hanya pesan moral, Abah Asep juga bahkan mampu menyampaikan risalah Islam agar lebih mudah diterima dan dicerna oleh masyarakat khususnya pencinta wayang. Seperti halnya Sunan Kalijaga, Abah Asep juga banyak menggubah cerita rekaan yang menitik beratkan pada dakwah dan syiar Islam.

Tanpa Abah Asep Sunandar Sunarya, mungkin tokoh Cepot tidak akan setenar dan fenomenal seperti sekarang. Berkat Abah Asep lah Cepot atau Astrajingga kini menjadi ikon nasional dan dikenal oleh hampir seluruh masyarakat Indonesia.

Abah Asep, mungkin adalah satu-satunya dalang  yang telah mampu meraih begitu banyak penghargaan baik tingkat daerah, nasional hingga manca negara. Tak hanya di Indonesia, Abah Asep juga kerap berpentas di berbagai kota di Eropa dan kota-kota lainnya di dunia.

Sepeninggal Abah Asep, yang wafat pada 31 Maret 2014, tentunya adalah sebuah kehilangan besar bagi masyarakat Jawa Barat, dan juga Indonesia. Abah Asep yang lahir di Bandung pada 3 September 1955 ini telah memberi warna tersendiri bagi khazanah budaya bangsa Indonesia.

Hingga saat ini, sebagian pecinta seni Wayang Golek bahkan merasa masih belum menemukan sosok pengganti yang sepadan dengan Abah Asep.

Namun demikian, kerinduan terhadap sosok Abah Asep bisa terobati karena hingga kini Giriharja tetap eksis untuk terus melestarikan Wayang Golek, yang merupakan budaya luhur masyarakat Sunda.

 

Disadur : http://www.dotgo.id/2017/07/asep-sunandar-sunarya-tokoh-dalang.html

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

eleven + 7 =