ANGGARAN PENGEMBANGAN UMKM DI KOTA BANDUNG DIPANGKAS 60%

Bandung — Anggaran bagi pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dipangkas hingga 60% dalam anggaran perubahan Pemerintah Kota Bandung 2020. Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (KUMKM) Kota Bandung, Atet Dedi Handiman mengatakan, saat ini anggaran hanya tinggal Rp4 miliar dari semula Rp12 miliar.

“Ada¬†refocusing, jadi ini mah masalah prioritas, saat ini anggaran difokuskan untuk kesehatan,” kata Atet.

Atet mengakui, di masa resesi ini, UMKM menjadi penopang bagi roda ekonomi di daerah. Hanya saja, resesi kali ini memang disebabkan oleh pandemi Covid-19. Sehingga, anggaran pun harus diprioritaskan pada sektor mana yang tengah digenjot untuk diselesaikan.

“Skala prioritas karena kesehatan saat ini harus diutamakan,” ungkapnya.

Namun, Atet menyebut, banyak hal tengah dilakukan saat ini dengan tidak mengandalkan pada anggaran. Beberapa di antaranya adalah dengan melakukan pembangunan sumber daya manusia, yakni dengan memperkuat digital marketing, penguasaan IT hingga perluasan jaringan pemasaran.

“Di sana, pelaku UMKM dioptimalkan,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga mendorong pelaku UMKM untuk shifting usaha dengan menyesuaikan kebutuhan di tengah pandemi Covid-19. Tentu saja, dengan shifting juga dibutuhkan inovasi dan kolaborasi dari pelaku UMKM di Kota Bandung. Sementara itu, dari segi jejaring, pihaknya sudah membentuk UMKM Recovery Center untuk mengatasi beragam masalah yang dialami pelaku UMKM di tengah pandemi Covid-19. Ia meyakini, dunia UMKM di Kota Bandung bisa bertahan di tengah gempuran resesi dan pandemi Covid-19. “Saya optimis UMKM di Kota Bandung bisa menggerakan roda perekonomian di daerah,” jelasnya.

 

 

Disadur dari : https://bandung.bisnis.com/read/20201006/550/1301526/anggaran-pengembangan-umkm-di-kota-bandung-dipangkas-60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

17 + eighteen =