Akreditasi Bermutu Dorong Pendidikan Bermutu

NGAMPRAH – Kepala Dinas Pendidikan Kab. Bandung Barat, Imam Santoso mengemukakan bahwa pelaksanaan visitasi akreditasi yang dilakukan oleh para asesor BAN S/M harus harus berpedoman pada petunjuk operasional pelaksanaan akreditasi yang diterbitkan oleh BAN S/M. Acuan terhadap ketentuan tersebut merupakan upaya guna mendorong peningkatan mutu pada satuan pendidikan, di antaranya pendidikan di Kab. Bandung Barat. Dengan demikian, penilaian visitasi yang diberikan oleh setiap assessor merupakan representasi dari potret nyata sekolah/madrasah yang selanjutnya dapat dijadikan dasar perbaikan pengelolaan satuan pendidikan pada waktu mendatang.

“Pelaksanaan visitasi akreditasi yang akan dilakukan oleh para asesor harus menghasilkan potret nyata setiap sekolah/madrasah yang menjadi sasaran akreditasi,” ungkap Imam Santoso M.R., saat mengomentari Penyambutan Asesor Visitasi Akreditasi di MTs Az Zahra di Batujajar, Selasa (25/9/18).

Disampaikan pula bahwa pelaksanaan visitasi akreditasi harus menstimulasi setiap satuan pendidikan pada seluruh jenjang, guna melakukan berbagai upaya dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan yang diberikan terhadap siswa, orang tua, masyarakat, serta stakeholder pendidikan lainnya. Pelaksanaan visitasi dapat dipandang dalam dua ranah, yaitu sebagai ranah pencapaian kualitas pengelolaan satuan pendidikan serta sebagai feed backperbaikan pada waktu yang akan datang. Dengan demikian, pelaksanaan akreditasi harus diniatkan sebagai upaya untuk perbaikan pengelolaan satuan pendidikan.

“Visitasi akreditasi yang akan dilaksanakan oleh para asesor harus menjadi stimulus sekolah/madrasah guna melakukan pembenahan dalam pengelolaan pendidikan,” pungkas Imam.

Pada kesempatan lain, Ketua Koordinator Pelaksana Akreditasi (KPA) Kab. Bandung Barat, Dadang A. Sapardan menyampaikan pula bahwa pada akreditasi tahap II tahun 2018 ini, Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN S/M) Prov. Jawa Barat memberi kuota pada Kab. Bandung Barat sebanyak 30 sekolah/madrasah. Jumlah tersebut terdiri atas 3 jenjang SD, 19 jenjang MI, 3 jenjang SMP, serta 5 jenjang MTs. Sebanyak 30 sekolah/madrasah tersebut akan divisitasi oleh para asesor yang ditugasi oleh BAN S/M Prov. Jawa Barat. Asesor yang mendapat tugas untuk melakukan visitasi akreditasi pada sekolah/madrasah di Kabupaten Bandung Barat berasal dari Kab. Bogor, Kab. Cianjur, dan Kab. Bandung.

Visitasi akreditasi yang akan dilaksanakan mulai tanggal 26 September sampai 2 Oktober 2018 merupakan bentuk konfirmasi atas kebenaran dan keakuratan data evaluasi diri sekolah/madrasah. Sebelum pelaksanakan visitasi, seluruh sekolah/madrasah yang menjadi sasaran akreditasi telah menuangkan evaluasi diri masing-masing secara on line melalui aplikasi Daftar Isian Akreditasi (DIA). Karena itu, penugasan asesor ini merupakan langkah konfirmasi atas data yang telah diisikan pada aplikasi DIA oleh setiap sekolah/madrasah.

Selanjutnya, disampaikan pula agar visitasi akreditasi pada jenjang SD/MI dan SMP/MTs dapat mendukung ketercapaian pendidikan bermutu, sehingga, pelaksanaan visitasi yang dilaksanakan oleh para asesor pun harus bermutu pula. Dengan kata lain, dalam pelaksanaan visitasi ini, harus dilaksanakan dengan objektif, sehingga nilai yang diperoleh sekolah/madrasah merupakan nilai objektif.

“Pada visitasi akreditasi tahap II terhadap satuan pendidikan di Bandung Barat, seluruh asesor diharapkan dapat mendeskripsikan potret objek dari setiap satuan pendidikan,” ungkap Dadang.

Sumber: bandungbaratkab.go.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 + eight =