Keunikan dalam Semangkuk Bakso Pak Imam Hanafi

Musim hujan dan semangkuk bakso hangat adalah kolaborasi yang pas. Seperti yang terasa di Kota Bandung sekarang ini. Namun bagaimana jika semangkuk makanan yang hangat itu dimasak menggunakan arang kayu?

Mi Bakso Malang Pak Imam Hanafi ini memang punya cara yang berbeda karena memasak kuah bakso di atas arang. Pria berusia 68 tahun itu mengungkapkan, sejak masih bujangan dirinya sudah menjajakan bakso dengan cara dipikul mengelilingi kompleks di sekitaran Sukaluyu, Kota Bandung.

Hingga pada 1978, Imam memutuskan untuk menjual bakso dengan gerobak dorong. Saat ini, Imam lebih sering mangkal di kawasan Jalan Pahlawan, tepatnya di depan Griya Pahlawan.

Pak Imam menggunakan tungku sebagai wadah membakar arang. Bahan bakar yang terbuat dari kayu itulah yang kemudian digunakan untuk memasak bakso dan kuahnya.

Menurut Imam, penggunaan bahan bakar arang selain irit juga hasilnya lebih bagus untuk makanan. Karena proses pemanasan bisa terus berlangsung selama berjualan dan menghemat biaya operasional.

Ia menilai saat ini pedagang gerobak dorong lebih sering menggunakan gas elpiji ukuran 3 kilogram, ketimbang arang.

“Kalau bapak kan sudah tua, tidak terburu-buru,” ujarnya.

Imam mengaku penggunaan arang kayu untuk para pedagang bakso Malang seperti dirinya jarang dilakukan pedagang kecil lain. Padahal, menurutnya selain panasnya lebih awet dan harganya lebih murah, arang kayu diakui masih mudah diperoleh dari beberapa pedagang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

nineteen − two =