KASUS PELECEHAN ANAK OLEH IBU, MENGHILANGKAN FITRAHNYA

Oleh: Hanita Khadar, S.Pd.

Baru-baru ini viral seorang ibu yang mencabuli anak balitanya. Membuat masyarakat tidak habis pikir dengan prilakunya itu.

Dikutip dari Liputan6.com, Jakarta Kasus ibu kandung yang melecehkan anak baju biru membuat geger dunia maya. Dalam video viral yang sempat beredar, perempuan berbaju hitam asal Tangerang itu melakukan pelecehan seksual kepada putranya yang berusia di bawah lima tahun (balita). Akibat peristiwa ini, R telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditangkap Polda Metro Jaya.“Tim Unit II Subdit IV Tipid Siber telah melakukan penangkapan terhadap satu orang tersangka kasus dugaan tindak pidana setiap orang dengan sengaja, dan tanpa hak mendistribusikan dokumen elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan, dan atau tindak pidana pornografi dan atau tindak pidana perlindungan anak,” ujar Ade.

R dikenakan Pasal 45 ayat (1) jo Pasal 27 ayat (1) UU Nomor 1 Tahun 2024, tentang perubahan kedua UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Infomasi dan Transaksi Elektronik dan atau Pasal 29 jo Pasal 4 ayat (1) UU Nomor 44 Tahun 2008, tentang Pornografi dan atau Pasal 88 jo Pasal 76 UU Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.
dikutip dari Idntimes.com dengan judul “Kronologi Video Viral Ibu dan Anak Baju Biru, Ternyata Diancam!”.

Belum selesai kasus ibu dan anak baju biru, sekarang muncul kasus baru ibu dan anak baju oren. Dikutip dari Jawa Pos Radar Lawu – Belum lama semenjak terjadinya kasus pelecehan oleh ibu muda berinisial R (22) kepada putranya sendiri. Kini aksi yang serupa kembali viral di sosial media. Seorang ibu berbaju oren yang mencabuli anaknya sendiri sembari direkam ternyata berlokasi di Bekasi, Jawa Barat. Aksi tidak senonoh tersebut ternyata diambil pada akhir tahun lalu.

Seperti yang terjadi di Tangerang Selatan, kasus ibu baju Oren di Bekasi bermotif ekonomi atas permintaan seorang pemilik akun Facebook, Icha Shakila (IS). “IS ini juga yang menyuruh pelaku di Tangerang Selatan melakukan pelecehan seksual dan merekamnya dalam bentuk video dengan iming-iming memberi uang 15 juta rupiah,” kata Kawiyan.

Dikutip dari liputan6.com Kasus ini mendapat tanggapan dari Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Subklaster Anak Korban Pornografi/Cybercrime, Kawiyan. “Saya sebagai komisioner KPAI menyatakan prihatin atas banyaknya kasus pelecehan seksual yang dilakukan orangtua terhadap anak kandungnya. Seperti yang terjadi di Tangerang Selatan, Banten, di Bekasi juga terjadi kasus serupa,” kata Kawiyan kepada Health Liputan6.com melalui keterangan tertulis pada Sabtu, 8 Juni 2024.

Melihat beberapa kasus diatas rasanya sangat miris sekali, dimana fitrah ibu sebagai pemberi kasih sayang seolah hilang, yang ada malah menorehkan luka dan trauma. Era kapitalis menjadikan pemisahan agama dengan kehidupan, tentunya melihat berbagai kasus diatsa tidak hanya tindakan hukum yang harus dilakukan akan tetapi juga harus ada solusi yang preventif agar kasus-kasus serupa tidak terjadi lagi.
Apa penyebab seorang ibu bisa berlaku seperti itu?

Ada beberapa faktor yang menyebabkan seorang ibu beprilaku kriminal yaitu: Pertama, Jauh dari agama. Era kapitalis sekuler sekarang ini banyak orang memisahkan agama dengan kehidupannya. Sehingga dia tidak menyadari tugas dan fitrahnya sebagai ummun warrobatul bayt. Kedua, faktor ekonomi. Kasus-kasus diatas dilatarbelakangi motif ekonomi dimana si ibu di iming-imingi hadiah berupa uang. Di zaman kapitalis segala sesuatu dipandang berdasarkan materi sehingga mau tidak mau agar eksistensinya diakui masyarakat. Kebanyakan orang di sistem kapitalis ini menghalalkan berbagai cara agar memenuhi kebutuhan dan gaya hidupnya. Ketiga, faktor lingkungan. Sistem kapitalis berjalan secara sistemik sehingga melahirkan masyarakat yang memisahkan agama dari kehidupan publik, bukan lagi memandang halal-haram akan tetapi memandang segala sesuatu secara materialistis. Sehingga membentuk keluarga – keluarga tidak islami yang dekat dengan kriminalitas. Keempat, Penerapan sistem sekuler kapitalis menghilangkan peran negara sebagai Junnah/pelindung bagi rakyatnya. Sistem ini memandang kebebasan berekspresi dinegara ini menjadikan bebasnya berbagai tayangan media membawa dampak buruk pada masyarakat. Dimana tontonan syarat mengumbar aurat, syahwat dan masyarakat segala usia bisa dengan mudah mengakses situs pornografi melalui gadgetnya tanpa adanya filter dari pemerintah. Meskipun pemerintah sudah membuat suatu program perlindungan terhadap anak tapi solusi tidak menyentuh hingga akar masalahnya. Sanksi yang diberikan pada para pelaku kriminal juga tidak memberikan efek jera, sehingga para pelaku kriminal dan pelecehan tetap ada.

Bagaimana solusi komprehensif yang harus dilakukan?
Islam mempunyai solusi yang khas dengan penerapan aturan yang integral dan komprehensif, pilar pelaksana aturan Islam adalah negara, masyarakat, keluarga/individu. Negara sebagai pengayom, pelindung dan benteng bagi rakyatnya. Negara benteng terdepan dalam melindungi anak-anak dari kejahatan. Mekanisme perlindungan dalam Islam dilakukan secara sistemik melalui penerapan berbagai aturan. solusi dalam Islam yaitu : pertama, penerapan sistem ekonomi Islam. Beberapa kasus kejahatan dan pelecehan terhadap anak terjadi akibat dari fungsi ibu sebagai pelindung kurang berjalan. Tekanan ekonomi memaksa ibu untuk bekerja bahkan harus meninggalkan anaknya. Islam mewajibkan negara menyediakan lapangan kerja yang cukup dan layak untuk para suami agar dapat bekerja dan memberikan nafkah secara layak. Krisis ekonomi sebagai pemicu dapat dihindari dan para perempuan akan fokus terhadap fungsi keibuannya sebagai madrasah pertama bagi anaknya karena tidak dibebani bekerja. Ummun warobbatul bayt adalah posisi agung bagi perempuan bila yang dia ajarkan berupa kebaikan maka akan terbentuk generasi gemilang Islam.

Kedua, penerapan sistem pendidikan Islam. Negara wajib menetapkan kurikulum berdasarkan Aqidah islam yang akan melahirkan individu yang bertaqwa, individu yang selalu melaksanakan perintah Allah dan terjaga dari kemaksiatan apapun yang dilarang Allah Swt.

Ketiga, pengaturan media massa. Berita dan informasi yang disampaikan adalah konten yang membina ketaqwaan dan menumbuhkan keta’atan. Hal-hal yang akan melemahkan keimanan dan mendorong terjadinya pelanggaran hukum akan dilarang keras.

Keempat, penerapan sistem sanski. Negara menjatuhkan hukum tegas sesuai syariat Islam terhadap para pelaku kejahatan. Hukuman tegas akan memberikan efek jera terhadap pelaku dan mencegah orang lain melakukan kejahatan serupa.

Ketika Negara islam tegak, sistem islam diterapkan dan Islam menjadi rahmat bagi seluruh alam, anak-anak tumbuh optimal dan sejahtera, generasi Islam gemilang akan terlahir, hidup aman nyaman serta jauh dari bahaya yang mengancam. Wallahu alam bisowab.

Bagikan Postingan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *