INILAH SOLUSI PARIPURNA ATASI GENOSIDA DI PALESTINA.

Oleh: Indah Rahma (Aktivis Kesehatan dan Pegiat Literasi)

Semakin geram dan meradang tatkala menyaksikan rentetan video kebengisan penjajah dinegeri para nabi. Sudah 76 tahun Israel menjajah Palestina. Nyawa rakyat tak berdosapun semakin tak terhitung. Yang tak kalah mengerikan adalah beberapa jurnalis Palestina mengunggah video seorang lelaki memegang tubuh bayi tanpa kepala dan anak-anak yang berhasil selamat tapi harus kehilangan kaki dan tangannya setelah meletusnya serangan taufan al-aqsa pada 7 Oktober 2023 lalu.

Israel-zionist masih saja menutup mata dan telinga, padahal, kecaman dan ancaman dunia internasional sudah tertuju pada mereka. Beberapa negara melaporkannya pada pengadilan Internasional, namun tak membuahkan hasil. Bahkan demonstrasi besar-besaran juga dilakukan oleh berbagai kalangan mulai dari warga biasa sampai mahasiswa di berbagai negara, mereka menuntut Israel agar menghentikan aksi kejamnya. Mulai dari negara Amerika Serikat, Kanada, Prancis, Australia, dan India. Demonstrasi besar kali ini diawali oleh mahasiswa di Universitas Collumbia, Texas, Yale, MIT bahkan Harvard. Sekitar 2.000 demonstran berhasil ditangkap aparat kepolisian setempat, sehingga mengundang reaksi baru dari mahasiswa dikampus lain (cnbcindonesia.com, 11-05-2024).

Tak mau tertinggal, Indonesia yang sedari awal meletusnya taufanul aqsa sudah menyatakan sikap pro Palestina, turut mengadakan Aksi pro Palestina di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat. Masa yang melakukan aksi menuntut Amerika Serikat untuk berhenti memasok senjata ke Israel (kompas.com, 31-05-2024). Bukan Indonesia jika aksi yang dilakukan hanya berlangsung satu kali, dihari lain, bahkan ditempat berbeda juga dilakukan aksi serupa sebagai wujud solidaritas terhadap Palestina. Aksi tersebut dihadiri ribuan masa mulai dari rakyat biasa sampai kalangan selebrita (09-06-2024).

*Atasi Genosida*
Meluasnya beberapa aksi bela Palestina di berbagai penjuru dunia, menjadi bukti bahwa solusi yang ditawarkan United Nation (UN) tidak bisa menyelesaikan masalah sampai ke akarnya. Masyarakat dunia terlanjur kecewa, terlebih lagi masyarakat Palestina. Kita akhirnya menyadari bahwa bergantung pada Pengadilan Internasional (ICJ) ala Kapitalisme bukanlah solusi hakiki.

Masyarakat semakin naik pitam menuntut para pemimpin dunia untuk bergerak menolong rakyat Palestina. Terlebih lagi, pemimpin dinegeri mayoritas muslim, yang jelas memilki kesamaan akidah dengan rakyat palestina. Bukankah kita satu tubuh? Rasulullah SAW bersabda “Perumpamaan kaum mukminin dalam saling mencintai, saling mengasihi dan saling menyayangi bagaikan satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh anggota tubuhnya yang lain ikut merasakan sakit juga dengan tidak bisa tidur dan merasa demam” (HR Muslim).

*Solusi Paripurna*
Lantas apa solusi hakiki untuk membebaskan Palestina dari cengkraman Zionist Laknatullah?
Pertama, umat harus bersatu untuk menghentikan pembunuhan masal dan pembersihan etnis di Palestina. Persatuan inilah yang akan menggerakan para pemimpin dan tentara-tentara kaum muslim agar pergi berjihad untuk melindungi darah anak-anak, wanita, dan penduduk Palestina. Allah SWT berfirman, “Karena itu, hendaklah orang-orang yang menjual kehidupan dunia untuk (kehidupan) akhirat berperang di jalan Allah. Dan barangsiapa berperang di jalan Allah, lalu gugur atau memperoleh kemenangan maka akan Kami berikan pahala yang besar kepadanya” (TQS. An-Nisa: 74). Begitulah kedudukan seorang Mujahid dimata Al-Khaliq, lalu apa yang membuat kita masih ragu-ragu?

Kedua, jihad fii sabilillah tidak bisa terlaksana disistem yang liberal dewasa ini. Alhasil, penting sekali agar umat bisa mengadopsi sistem politik Islam yang banyak dibahas didalam kitab-kitab fikih ulama, pro-kontra terhadap sistem politik Islam pasti tak bisa dihindari. Oleh karenanya wajib membangun kesadaran diseluruh komponen yang ada ditengah-tengah umat saat ini. Karena solusi paripurna akan terwujud dengan sempurna hanya ketika sistem Islam menjadi opini umum.

Kedua upaya diatas, baik persatuan maupun penyadaran umat harus berjalan secara terus-menerus, terstruktur, sistematis, dan masif di seluruh penjuru dunia.

Umat Islam wajib memiliki pemahanan yang benar berdasarkan Al-qur’an dan sunah, agar dapat terus bergerak dan berdakwah bersama-sama, dengan tujuan yang satu, yakni menyongsong kembalinya sistem warisan nabi yang mulia, Al-Khilafah Rasyidah. Barulah, seluruh derita yang mendera Palestina dan umat Islam dibelahan dunia lainnya bisa terselesaikan.

Wallahu’alam bishshawwab.

Bagikan Postingan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *