GAJI ASN NAIK (MENJELANG PEMILU), DEMI TINGKATKAN KINERJA?

Oleh: Yulianti
Ibu rumah tangga

Baru-baru ini Presiden Jokowi menetapkan gaji PNS dan PPPK naik, sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 5 Tahun 2024 tentang Perubahan Kesembilan Belas atas PP Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji PNS. Beliau mengumumkan kenaikan gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) sebesar 8 persen, termasuk PNS, TNI, dan Polri.

Sementara itu, untuk pensiunan akan memperoleh kenaikan sebesar 12 persen. Kenaikan ini dilakukan untuk meningkatkan kinerja dan kesejahteraan ASN serta mengakselerasi transformasi ekonomi dan pembangunan nasional. Pada masa pemerintahan Presiden Jokowi tercatat kenaikan gaji ASN terjadi dua kali, yaitu pada tahun 2015 dan 2024. (Bisnis.tempo.co pada tanggal 31 Januari)

Keputusan Presiden Jokowi menaikkan gaji PNS dan TNI/Polri menjelang Pilpres 2024 diyakini oleh beberapa pengamat politik sebagai strategi untuk mendulang perolehan suara untuk salah satu capres-cawapres. Karena di tengah situasi politik yang memanas seperti sekarang ini, ada anggapan jika dapat menguasai suara ASN yang jumlahnya mencapai 4, 28 juta orang maka bisa memperlebar jarak kemenangan dengan paslon lain.

Kontan, banyak yang menampik tuduhan tersebut, diantaranya Kepala Biro Data, Hukum, Komunikasi dan Informasi Publik Kemenpan RB, Mohammad Averrouce, mengatakan bahwa kenaikan upah ini diberikan untuk meningkatkan kinerja para PNS. (www.bbc.com tanggal 1 februari 2024)

Sejalan dengan itu, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Abdullah Azwar Anas, indeks kualitas Aparatur Sipil Negara (ASN) masih rendah dibandingkan dengan negara-negara lain. Bisa dilihat dari segi organisasi, kepegawaian, sistem kerja dalam penyelenggaraan birokrasi, kelincahan dalam melayani masyarakat, menciptakan kinerja berbasis outcome, serta membangun kualitas layanan aparat seperti melayani dengan senyum dan bertindak cepat dalam menghadapi masyarakat. (Sumber dari money.compas.com)

Mencermati fakta-fakta diatas bahwa kenaikan gaji saat ini ibarat kebijakan populis yang sarat dengan konflik kepentingan di tahun politik sekarang ini. Ditengah himpitan harga bahan-bahan pokok yang semakin naik, membuat hidup masyarakat semakin sulit, tidak terkecuali ASN. Begitu pun biaya pendidikan dan kesehatan yang sama-sama melonjak memberatkan umat. Untuk memenuhi kebutuhannya banyak ASN yang bekerja sampingan. Tidak sedikit pula ASN yang melakukan suap dan korupsi sebagai jalan pintas untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Dalam sistem kapitalisme, kesejahteraan merupakan salah satu masalah yang akan terus muncul. Kesejahteraan bukan hanya berpatokan pada rendahnya upah, tapi lepasnya tanggung jawab negara untuk menjamin kesejahteraan umat. Dalam sistem kapitalisme sektor-sektor yang menyangkut kepentingan umum banyak dikuasai oleh pihak swasta yang hanya memikirkan keuntungan semata, yang tentu saja dalam hal ini bekerjasama dengan negara dalam hal perizinan.

Dalam sistem kapitalisme banyak terdapat kedzaliman yang dilakukan oleh pihak-pihak yang mempunyai kekuatan, dimana rakyat terus diekploitasi untuk diambil manfaatnya saja. Sistem gaji yang berlaku seringkali tidak sesuai dengan apa yang dikerjakan atau digaji tidak sesuai dengan kemampuan pekerja.

Buah dari sistem sekuler dalam pendidikan, berpengaruh juga pada kinerja ASN, yaitu memisahkan agama dalam kehidupan. Inilah akar masalah dari persoalan kesejahteraan ASN yaitu penerapan sekuler kapitalisme di negara ini.

Jadi apa solusi tuntas untuk memecahkan problematika dalam kehidupan umat? Jawabannya adalah kembali kepada penerapan syariat Islam. Dengan ditegakannya syariat islam dalam seluruh aspek kehidupan, maka setiap warga negara berhak dijamin kesejahteraannya, termasuk para ASN. Setiap individu akan mendapat jaminan kesejahteraan tidak hanya melalui gaji, karena gaji dipakai untuk memenuhi kebutuhan pokok saja. Jika syariat Islam diberlakukan maka negara menjamin terjangkaunya harga-harga kebutuhan pokok, kesehatan, pendidikan dan keamanan. Itu semua akan menjadi tanggung jawab negara sepenuhnya, semua diberikan secara gratis tanpa ada embel-embel apapun.

Sabda Rasulullah SAW
الإِمَامُ رَاعٍ وَمَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ
Imam/Khalifah adalah raa’in/pengurus rakyat dan ia bertanggung jawab atas rakyat yang diurusnya (HR al-Bukhari)

Negara menjamin tersedianya lapangan pekerjaan yang banyak. Khususnya untuk para laki-laki yang wajib menafkahi keluarganya. Penetapan gaji ASN akan ditetapkan oleh khubaro(pakar) yang kompeten sehingga benar-benar tepat dan tidak ada pihak yang merasa terdzalimi.

Dalam syariat Islam, hal-hal yang menyangkut kepentingan umat akan dijalankan oleh negara dan dikembalikan pada umat untuk kesejahteraan bersama. Mulai dari produksi sampai distribusinya sesuai dengan dengan ketentuan syariat Islam. Pendidikan dalam syariat islam akan melahirkan individu-individu yang berkepribadian Islam. Sehingga bisa menciptakan tenaga kerja/ASN yang profesional, yang memiliki kualitas, beriman, bertakwa, amanah, terampil, berakhlak baik, dan memiliki etos kerja.

Syariat Islam akan mensejahterakan seluruh umat termasuk ASN. Semuanya akan jauh dari kepentingan-kepentingan tertentu yang dapat merugikan umat. Syariat Islam tidak akan bisa ditegakan jika kita masih berada dalam kubangan sistem sekuler kapitalisme. Saatnya, kita merujuk kepada syariat Islam yang mampu mewujudkan kesejahteraan.

Wallahu a’lam bishawab.

Bagikan Postingan :

Satu tanggapan untuk “GAJI ASN NAIK (MENJELANG PEMILU), DEMI TINGKATKAN KINERJA?

  • Februari 10, 2024 pada 3:21 pm
    Permalink

    semoga aja pemerintah membuka lowongan kerja yang lebih banyak lgi agar pengangguran di indonesia berkurang aamiin

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *