TIPS MEMBUAT BUKET BUNGA

Baraya, Buket Bunga bisa menjadi pilihan hadiah untuk berbagai suasana, mulai dari perayaan ulang tahun, wisuda, hingga momen spesial, seperti Hari Ibu, Hari Guru, Valentine, dan sebagainya.

Ada cara membuat buket bunga, ini disampaikan oleh florist sekaligus owner The Hanna Florist, Shella Natalia. Caranya yaitu sebagai berikut :

1.Siapkan alat. Siapkan alat-alat yang dibutuhkan. Siapkan bunga yang hendak dirangkai, floral wet foam (spons hijau), kertas bunga, gunting, selotip, pita, dan plastik.

2. Tentukan jenis buket bunga yang diinginkan. Setelah alat-alat sudah siap, tentukan buket bunga seperti apa yang mau dibuat. Menentukan jenis buket bunga ini dapat mempengaruhi cara kita saat merangkai bunga nantinya.

3. Rendam spons khusus bunga agar bunga tahan lama. Pastikan untuk menggunakan busa basah (wet foam) alias spons khusus bunga untuk menancapkan batang bunga.

“Spons hijau (wet foam) dibasahin dulu untuk nahan air, supaya bunganya kerendem istilahnya,” ujar Shella. Usai direndam, tancapkan batang bunga pada wet foam tersebut. Setelahnya, jangan lupa untuk membungkus wet foam dengan plastik agar tidak bocor.

Wet foam-nya direndam, tancepin bunga, plastikin biar enggak bocor,” sambung Shella.

4.Perhatikan urutan saat merangkai bunga. Shella menyarankan, saat hendak menancapkan batang ke wet foam, lebih baik dimulai dari dedaunan terlebih dahulu. Sementara untuk bunga utama, bisa ditancapkan di akhir.

“Urutannya, ada yang dimulai dari filler  (isian) dulu, dedaunan dulu di awal, baru masukkin bunganya. Ada bunga utama, ada pendukung untuk mempercantik.”

“Kalo saya filler dulu, lalu daun-daunnya, bunga utama, kemudian bunga pendukung yang kecil-kecil,” kata Shella.

5.Perhatikan pemilihan warna kertas bunga. Sebelum menyusun, pastikan kertas bunga berwarna senada atau setema dengan bunga yang sudah kita rangkai sebelumnya.

“Warnanya jangan yang terlalu nabrak, sesuaikan dengan warna bunganya. Kalau untuk kertas, biasanya kami pakai warna hitam, putih, pink, biru,” saran Shella. Kalau mau mencampur warna kertas bunga dan tidak mau satu warna saja, tentu boleh. Asalkan, warnanya tidak nabrak dengan warna bunga.

“Bisa diselang-seling kalau warnanya masih masuk. Saya pribadi lebih suka satu warna aja, karena lebih simpel. Kalau mau unik bisa saja dicampur, yang penting warnanya masih masuk aja sih tone-nya, setema,” jelas Shella.

6. Susun kertas bunga. Setelah proses merangkai selesai, saatnya memasang kertas bunga agar bisa menjadi buket. Satu kertas bunga, bisa dipotong menjadi dua atau tiga terlebih dahulu.

“Kertas dibelah dua atau sepertiga dulu, terus ditempel. Pemotongan kertas ini bikin kelihatan lebih lebar, dibanding satu kertas langsung dipakai,” ungkap Shella.

Setelah itu, potongan kertas tersebut ditempelkan ke wet foam menggunakan selotip. Lakukan cara ini untuk semua potongan kertas bunga hingga seluruh bagian wet foam tertutupi dan menjadi rangkaian buket bunga yang utuh.

“Kertasnya dipasang satu-satu, langsung diselotipin ke wet foam-nya,” tambahnya. Saat menyusun kertas, pastikan jarak bunga atas dengan sisa kertas bunga atas tidak terlalu jauh.

“Biasanya kertas kesangga sama bunganya, jadi jarak antara bunga dan kertas atas jangan terlalu tinggi.

Shella mengatakan, jarak yang terlalu jauh bisa membuat kertas bunga tidak kokoh.

7. Hias dengan pita. Menempelkan kertas bunga di wet foam  lalu mengelemnya dengan selotip mungkin membuat tampilan buket menjadi berantakan. Untuk mengatasi hal itu, kita bisa menambahkan pita pada bagian wet foam yang sudah terbungkus dengan kertas bunga. Pastikan untuk memilih warna pita yang senada dengan bunga. (novagrid)

Bagikan Postingan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *