BEM FIKOM UNISBA TURUN KE DESA MELALUI PROGRAM MARKISA

BANDUNG, Barayakita – Berangkat dari tidak terkelolanya sampah dengan baik di RT 01 Desa Dayeuhkolot Kec. Sagalaherang Kab. Subang, Tim PPK Ormawa BEM Fikom Unisba melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertajuk “Markisa” (Mari Kita Singkirkan Sampah). Program Markisa ini, menargetkan masyarakat RT 01 Desa Dayeuhkolot Kec. Sagalaherang Kab. Subang dapat mengelola sampah organik dengan baik melalui media maggot dan sampah anorganik dijadikan ecobricks.

Proses pelaksanaan program Markisa sendiri berjalan selama kurang lebih tiga bulan. Dua bulan pertama dilakukan untuk survei dan pembekalan anggota Markisa serta aparatur desa mengenai maggot, sedangkan satu bulan terakhir dilakukan untuk sosialisasi mengenai sampah dan maggot, pembuatan mading, dan pembuatan rumah maggot. Sosialisasi mengenai sampah, pembuatan mading, dan pembuatan rumah maggot ini dilaksanakan oleh Tim PPK Ormawa BEM Fikom Unisba pada tanggal 3-7 Oktober 2022 yang bekerjasama dengan aparatur desa serta warga RT 01 Desa Dayeuhkolot Kec. Sagalaherang Kab. Subang.

Setelah melakukan sosialisasi, pembuatan mading, dan pembuatan rumah maggot, Tim PPK Ormawa BEM Fikom Unisba akan melakukan pengawasan melalui grup Whatsapp yang berisi Tim PPK Ormawa BEM Fikom Unisba dan warga RT 01 Desa Dayeuhkolot Kec. Sagalaherang Kab. Subang. Selain melakukan pengawasan dari media grup Whatsapp, Tim PPK Ormawa BEM Fikom Unisba akan melakukan pengawasan secara langsung dengan mendatangi RT 01 Desa Dayeuhkolot Kec. Sagalaherang Kab. Subang tiap minggunya. Dengan adanya program Markisa diharapkan dapat mengurangi sampah yang dikeluarkan oleh warga RT 01 Desa Dayeuhkolot Kec. Sagalaherang Kab. Subang.

“Saya berharap temen-temen dari Unisba ini dapat menyelesaikan sedikit permasalahan tentang sampah” Ujar Kepala Desa Dayeuhkolot Kec. Sagalaherang Kab. Subang.

Pendapat senada juga dikemukakan Raihan Muhammad Althof sebagai ketua pelaksana program Markisa;

“Yang paling utama saya berharap kegiatan ini bisa membawa perubahan baik untuk desa terutama RT 01 sebagai percontohan yang nantinya bisa terus berkembang menjadi skala yang lebih besar, serta menghadirkan ekosistem lingkungan serta ekonomi yang baik dan membawa perubahan. Bersama, kita bangun desa untuk Indonesia.” Ujar Raihan.

Bagikan Postingan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *