DENGAN MENGGAIT INFLUENCER DAN PAKAR DIGITAL MARKETING DARI BANDUNG, SERENTAK 28 DESA WISATA DI KABUPATEN BUTON MEMBUAT AKUN SOCIAL MEDIA RESMI SEBAGAI MEDIA PEMASARAN, BRANDING DAN PENJUALAN.

Buton, Sulawesi Tenggara,BarayaKita – Transformasi Digital berperan penting untuk sektor Pariwisata, Khususnya bagi Desa Wisata yang di harapkan akan menjadi ikon pengembangan pariwisata berbasis masyarakat di Kabupaten Buton Sulawesi Tenggara.

Guna mendorong program tersebut Dinas pariwisata kabupaten Buton menyelenggarakan pelatihan pelatihan “Digitalisasi Branding Pemasaran dan Penjualan Pada Desa Wisata, Homestay, Kuliner dan Fotografi. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Buton Rusdi Nudi, S.Pd., M. Pd menjelaskan bahwa ada 17 desa yang sudah memenuhi kriteria sebagai Desa Wisata di Kabupaten Buton.
Pelatihan dengan tema Digitalisasi tersebut melibatkan 28 delegasi Desa Wisata di Kabupaten Buton yang berpartisipasi pada acara yang diselenggarakan pada 1-4 Oktober 2022 tersebut bertempat di Kawasan Diving Center Teluk Pasar Wajo – Kabupaten Buton. Pelatihan tersebut di buka oleh Sekertaris Daerah Kabupaten Buton, Asnawi Jamaluddin, S.Pd., M.Si, beliau mengatakan bahwa Program Digitalisasi Desa Wisata akan mempermudah promosi di bidang wisata dan akan sangat berdampak pada roda ekonomi di desa tersebut.

Pada pelatihan tersebut Dinas Pariwisata Kabupaten Buton mengundang langsung tiktoker dan selebgram serta Praktisi dan akademisi yang konsen pada bidang digital marketing yang langsung didatangkan dari Bandung. dengan program pengemasan konten promosi, branding dan penjualan yang “kekinian” di harapkan jangkauan promosi di Desa Wisata Kabupaten Buton Dapat Segera
Menurut salah satu narasumber Zamilah David, Dengan adanya program digitalisasi ini, Promosi Desa Wisata di Kabupaten Buton akan semakin mudah dan semakin luas jangkauanya, Tentunya akan mendorong para wisatawan lokal maupun mancanegara untuk datang ke desa wisata yang ada di Kabupaten Buton.

Program pelatihan ini, 28 delegasi Desa WIsata di Kabupaten Buton secara serentak membuat akun Media sosial resmi untuk masing-masing Desa sebagai sarana pemasaran dan merancang program program “Selling kekinian” di media sosial resmi Desa Wisata.

Bagikan Postingan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *