GALAKAN WISATA HERITAGE, PEMKOT CIMAHI LAUNCHING CIMITAGE TOUR 2022

Kota Cimahi,BarayaKita – Peningkatan daya tarik destinasi pariwisata melalui tema wisata heritage menjadi pilihan Pemerintah Daerah Kota Cimahi dalam mengoptimalkan potensi wisatanya. Melalui Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora), Pemkot Cimahi melaunching Cimahi Military Heritage Tourism “CIMITAGE TOUR 2022” yang dilaksanakan di Gedung Cimahi Techno Park, Rabu (27/09).

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan launching “branding” Cimahi sebagai Kota Wisata Militer pada tahun 2018 silam, dengan tujuan untuk menyamakan pemahaman dan komitmen bersama tentang pentingnya sinergitas dalam pengembangan destinasi pariwisata, peningkatan pelayanan prima kepada wisatawan, serta memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang manfaat ekonomi dari berkembangnya kegiatan pariwisata di Kota Cimahi.

Dalam sambutannya, Wali Kota Cimahi Letkol (Purn) Ngatiyana mengungkapkan konsep dari Cimitage Tour merupakan integrasi antara wisata alam, budaya maupun minat khusus, melalui konsep city tour yang mengutamakan pengalaman wisatawan untuk mendapatkan sesuatu yang bisa dilihat (something to see), sesuatu yang bisa dilakukan (something to do) dan sesuatu yang bisa dibeli (something to buy) selama berwisata.

Ngatiyana menegaskan keterbatasan sumber daya alam sebagai daya tarik wisata tidak menyurutkan tekad Kota Cimahi untuk terus berkembang menjadi destinasi unggulan di Jawa Barat, “Di balik keterbatasan selalu ada keunikan, Kota Cimahi harus mampu menggali kreativitas untuk menjadikan pariwisata sebagai bagian yang memberikan kontribusi dalam meningkatkan pendapatan asli daerah dan menjadikan Kota Cimahi sebagai kota yang layak dikunjungi bagi wisatawan,” tegasnya.

Tema Military Heritage dipilih karena Kota Cimahi merupakan kota yang memiliki potensi wisata heritage dengan sejarah kemiliteran di Indonesia yang sangat kental. Kota Cimahi dibangun pada zaman kolonial dengan fungsi utama sebagai kota garnisun militer di mana Kota Cimahi memiliki sejarah militer sekaligus memiliki situs-situs yang berkaitan dengan militer. Situs-situs tersebut memiliki nilai historis yang menjadi pembeda dari wilayah lain, sekaligus menjadi keunggulan Kota Cimahi.

“Potensi tersebut tentunya dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata dengan mengembangkan beberapa fasilitas milik TNI, imbuh Ngatiyana. “Dalam pemasarannya, sudah sewajarnya apabila Kota Cimahi mempromosikan slogan “Cimahi Get Heritage”, siapapun yang ingin mengetahui tentang heritage khususnya sejarah kemiliteran di Indonesia akan mendapatkannya di Kota Cimahi,” lanjutnya.

Dalam upaya pengembangan destinasi wisata berbasis kearifan lokal, masyarakat harus turut terlibat. Aktualisasi nilai-nilai dalam sadar wisata menjadi pendukung tumbuhnya iklim kepariwisataan dan menjiwai nilai-nilai kearifan budaya lokal.

“Masyarakat sebagai tuan rumah berperan dalam menciptakan iklim yang kondusif yang mampu mendorong tumbuh dan berkembangnya kegiatan kepariwisataan di Kota Cimahi, juga sekaligus juga sebagai wisatawan dalam mengenali potensi kepariwisataan jawa barat sekaligus menggerakan mata rantai kepariwisataan di Kota Cimahi,” tutur Ngatiyana.

Dengan menggali potensi yang ada, Ngatiyana yakin dapat mendongkrak pariwisata di Kota Cimahi. Ia pun menyebutkan ke depannya akan dirancang wisata dengan mengedepankan experience atau pengalaman dalam berwisata, “Nanti wisatawan bisa berinteraksi langsung di kawasan militer melalui beberapa kegiatan seperti bermalam di barak-barak militer, melakukan kegiatan rutin ala militer, baris berbaris, menembak, berkeliling mengggunakan kendaraan tempur bahkan mungkin wisata misteri di gedung-gedung tua milik TNI tentunya hal ini harus dikemas secara apik dan professional,” pungkasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olah Raga Kota Cimahi Budi Rahadja dalam sambutannya menyampaikan harapannya “semoga dengan di luncurkannnya CIMITAGE TOUR 2022 dapat mengimplementasikan semangat ‘cimahi incorporated’ di semua level. melalui konsep pentahelix “ABCGM” yaitu Academisi, Business, Community, Government, dan media. lima unsur itu harus kompak, saling support untuk membangun iklim pariwisata yang kondusif,”

Turut hadir memeriahkan kegiatan ini, unsur Forkopimda Kota Cimahi, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, Komandan Pusdik dan Instansi Militer di Kota Cimahi, Ketua Komisi II dan IV DPRD Kota Cimahi, Asisten I, II dan III Setda Kota Cimahi, Staf Ahli, Kepala Perangkat Daerah, Kepala Bagian pada Setda Kota Cimahi, Camat dan Lurah Se-Kota Cimahi, tokoh masyarakat, serta perwakilan Komunitas Sepeda Onthel, Komunitas Motor Antik dan Vespa. (Bidang IKPS/Dy)

Bagikan Postingan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *