KIPRAH ALUMNI BERBUDAYA

Oleh: Teguh Ari Prianto***

BarayaKita – Setiap tahun, mahasiswa datang dan pergi. Dengan kata lain, kepergian mahasiswa-mahasiswa itu kemudian disebut alumni.

Silih bergantinya orang-orang dalam suatu kehidupan kampus semacam itu, iIbarat suatu siklus yang tidak terbendung.

Lembaga pengelola pendidikan pun tentunya memiliki tugas melekat bagaimana kualitas alumni senantiasa terjaga.

Mengutip istilah atau definisi kata “alumni” menurut kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) online dan menurut para ahli bahasa, disebutkan bahwa arti kata alumni yaitu orang-orang yang telah mengikuti atau tamat dari suatu sekolah atau perguruan tinggi.

Orang-orang sebagaimana dimaksud diatas yaitu laki-laki dan perempuan yang berjumlah banyak atau jamak.

Sehingga, apabila demikian, maka istilah alumni berarti berupa asosiasi berkumpulnya individu-individu. Individu ini kemudian dinamakan alumnus (betuk tunggal).

Penelusuran istilah ini menjadi penting agar kita bisa secara tepat menggunakan istilah-istilah yang ada dalam prakteknya sehari-hari.

Karena bentuknya yang jamak dan berasosiasi itu tadi, dapat tergambarkan pemahaman tugas melekat lembaga pengelola pendidikan dalam memfasilitasi alumni yang terdiri dari beragam potensi yang dimilikinya.

Dalam suatu kebijakan dan prakteknya, mengambil contoh lembaga perguruan tinggi di Bandung yaitu Universitas Al-Ghifari, mengimplementasikan pemahaman alumni yaitu dengan membuat suatu wadah yang diberi nama Ikatan Alumni Universitas Al-Ghifari atau disingkat Ika Unfari.

Belum lama Ika Unfari ini diresmikan, bersamaan dengan puncak perayaan Milad perguruan tinggi Unfari yang ke-20 di Bandung oleh pihak Rektor.

Berdirinya Ika Unfari ini menginisiasi lahirnya praktek kerja positif lulusan-lulusan kampus, kontribusi kemampuan rill serta pengejawantahan tanggung jawab moril pihak yang telah menyandang predikat kesarjanaan suatu disiplin ilmu tertentu.

Tantangan Jaman

Selain menjadi wadah berhimpun, Ika Unfari pada awal-awal pendiriannya langsung berhadapan dengan tantangan jaman yang ada.

Rektor Universitas Al-Ghifari, Didin Muhafidin, menyebutkan bahwa tantangan terbesar alumnus saat ini adalah tengah menghadapi keditakpastian perubahan.

Keadaan serupa dihadapi oleh sebagian besar negara-negara di dunia tanpa terkecuali negara-negara maju.

Mengantisipasi hal ini, alumnus harus berdiri bersama, memajukan negeri dalam wadah ikatan alumnus.

Beban berat negara Indonesia, sejatinya adalah beban seluruh anak bangsa dan pemerintahannya. Alumnus hadir menjadi insan cendikia, berbanding lurus sebagai pemberi solusi terhadap persoalan bangsa.

Realitas kehidupan yang serba cepat ini pun, ternyata telah membuat banyak negara rapuh. Akar pondasi bangsa tercerabut menyebabkan keadaan menjadi kolaps.

Insan terpelajar seperti alumnus ini, menyandang penuh tanggung jawab merawat budaya bangsa.

Efek globalisasi yang ditopang oleh kemajuan teknologi informasi digital yang marak akhir-akhir ini, secara kasat mata begitu mudah menggantikan sendi-sendi pokok kehidupan sehingga generasi pengisi jaman saat ini juga anak bangsa mendatang sulit mengenali lagi kepemilikan kebudayaannya.

“Kita tidak bisa diam dengan keadaan mendesak ini. Alumnus sebagai pilar terdepan kampus, harus serta merta bekerja keras dalam rangka menunaikan tugas keilmuannya. Setidaknya upaya tersebut untuk kendali diri dan perolehan kemajuannya. Namun, alangkah elok jika semua dapat berjalan secara kolektif dalam wadah alumnus”, kata Ketua Ika Unfari, Indra Kristian.

Pondasi budaya mutlak menjadi pijakan, karena hal itu untuk meminimalisir ancaman ketidakpastian jaman. Duduk bersama dalam perumusan ide-ide pemajuan jaman berbasis akar adat budaya yang sejatinya itu adalah milik kita bersama.

Harapan besar negeri ini tetap terjaga eksistensinya. Kiprah alumnus mesti tegak dalam menjaga bingkai-bingkai kebudayaan luhur bangsanya agar kendali perubahan senantiasa dipegang secara pasti oleh generasi penerus kita.

(***Sekretaris Jenderal Ikatan Alumni Universitas Al-Ghifari)

 

Bagikan Postingan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *