SERIUS TURUNKAN STUNTING, PEMERINTAH KABUPATEN BANDUNG BARAT GELAR REMPUK STUNTING

Lembang,BarayaKita – Serius turunkan stunting, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat menggelar Rembuk Stunting Tingkat Kabupaten Bandung Barat,  di Hotel Novena Lembang hari Kamis 21/07/2022.

Rembuk Stunting Tingkat Kabupaten Bandung Barat ini di hadiri oleh Pimpinan Daerah, Unsur Legislatif, Perangkat Daerah, Para Camat dan Kepala Desa, Organisasi Masyarakat, swasta dan unsur lainnya.

Dalam sambutannya kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat dr. Eisenhower Sitanggang, Sp.OG, M.Kes mengatakan: bahwa Sesuai dengan Rencana Pembangunan jangka menengah Nasional tahun 2020-2024, perbaikan Gizi masyarakat menjadi prioritas dengan target prevalensi stunting 14% pada tahun 2024, untuk itu perlu upaya peningkatan status Gizi Balita di KBB dapat di lihat dari hasil bulan penimbangan balita melalui aplikasi Elektronik elektronik Pencatatan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM). Prevalensi Stunting di  Tahun 2021 mengalami penurunan  signifikan yaitu 9,54% di banding tahun 2020 sebesar 13,76%. Dengan adanya kegiatan ini di harapkan segera terwujud percepatan penurunan Stunting  dan rencana kagiatan perbaikan Gizi yang terintegrasi di tahun anggaran 2023. Pungkasnya.

Kepala Badan Pengembangan Penelitian Pembangunan Daerah (Bappelitbangda) Kabupaten Bandung Barat, Asep Wahyu dalam sambutannya di depan forum memaparkan sebaran kasus Stunting di berbagai wilayah di Kabupaten Bandung Barat bahkan sampai ke tingkat Desa, dan Pada Tahun 2023 Pemkab Bandung Barat menetapkan 20 Lokus Prioritas penanganan Stunting.

Sementara Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat Rismanto menjelaskan bahwa pihaknya sebagai pemangku kebijakan anggaran akan mengkoordinasikan dengan pihak pemda KBB dalam hal penanganan prioritas anggaran  stunting selain penanganan covid.

Dalam sambutannya Plt. Bupati Bandung Barat Hengki Kurniawan mangatakan bahwa : Permasalahan Stunting di Kabupaten Bandung Barat menjadi salah satu fokus program bidang kesehatan untuk mengantisipasi kondisi kurang gizi kronis yang mengakibatkan anak tumbuh dengan kondisi yang tidak optimal.

Prevalensi stunting Kabupaten Bandung Barat hasil Survey Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2021 yaitu sebesar 29,6%, tetapi terdapat perbedaan jika dibandingkan dengan hasil data rutin pada laporan elektronik Pencatatan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM) Tahun 2021 yaitu sebesar 9,54%. Perbedaan angka tersebut disebabkan oleh berbagai faktor.
Meskipun demikian, hasil tersebut menujukan tren penurunan prevalensi stunting baik dari hasil survey maupun laporan data rutin, dimana prevalensi awal stunting hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Tahun 2013 sebesar 52,55% dan hasil Bulan Penimbangan Balita (BPB) Tahun 2014 sebesar 16,3%. Hal ini merupakan hasil dari upaya berbagai pihak dalam percepatan penurunan stunting di Kabupaten Bandung Barat.

Stunting bukan hanya merupakan tanggungjawab salah satu Perangkat Daerah tertentu saja tetapi merupakan tanggung jawab bersama. Percepatan penurunan stunting memerlukan keterlibatan aktif multi sektor dalam kegiatannya, melalui konsep konvergensi atau konsep penta helix yaitu pelibatan lima elemen yakni  unsur pemerintah (perangkat daerah), masyarakat atau komunitas (forum kemasyarakatan), akademisi (perguruan tinggi), pengusaha (sektor swasta), dan media (cetak, elektonik, maupun online) secara terintegrasi sesuai dengan peran masing-masing.

Untuk itu diharapkan agar seluruh Perangkat Daerah dan stakeholder, bersinergi untuk Bersama-sama melaksanakan program penanggulangan stunting dengan cara mensosialisasikan, meningkatkan kesadaran pemenuhan gizi anak, mengubah pola asuh, memelihara sanitasi lingkungan serta berbagai langkah yang dirasa perlu untuk dilakukan bagi mencetak generasi anak berprestasi di usia sekolah.
Begitu pula Kepala Desa agar memprogramkan dan menganggarkan dalam APBDES setiap tahun untuk kegiatan pencegahan dan penurunan stunting di desanya masing – masing.
Semoga dengan kegiatan Rembuk Stunting dapat menjadikan daya ungkit dalam upaya percepatan penurunan Stunting di Kabupaten Bandung Barat sesuai dengan jargon Kabupaten Bandung Barat yaitu Bangkit Bergerak Berjuang Bersama (BERKAH).
“ Cegah Stunting SEBELUM GENTING, Semangat Bekerjasama Gempur Stunting “.

 

 

Bagikan Postingan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *