LAGI! PELAKU ABORSI, PENTINGNYA EDUKASI SEKS & KESEHATAN REPRODUKSI

Belum lama ini, kasus aborsi kembali menggegerkan Indonesia. Sejoli di Makassar Sulawesi Selatan, menyimpan 7 janin di kotak makan dalam indekosnya. Janin tersebut hasil dari hubungan gelapnya bersama sang kekasih. NM melakukan perilaku kejinya tersebut sejak 2012 – 2017, namun baru terungkap pada 2022. Wanita yang bekerja di salahsatu rumah sakit itu, mengaborsi janinnya menggunakan obat-obatan. Aksi tersebut dibantu sang kekasih dikamar kosnya. Adapun motif yang mendasarinya malu jika ketahuan keluarga, karena hamil di luar nikah. Terlebih keduanya masih belum ingin menikah. Mereka berniat jika nantinya setelah menikah janin-janin tersebut akan dikubur di kampung halaman salah satu pihak.

Melihat kejadian tersebut, bahwasanya perilaku aborsi ini masih terjadi di Indonesia. Dikutip dari hellosehat.com berdasarkan data survei demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) pada tahun 2021 tingkat aborsi mencapai 228 per 100 ribu angka kelahiran hidup.

Pengertian dari Aborsi sendiri merupakan tindakan menggugurkan kandungan untuk mengakhiri kehamilan. Ada beberapa hal yang melatarbelakangi wanita melakukan aborsi diantaranya hamil diluar nikah, ketidakmampuan ekonomi, kurang dukungan keluarga, dan masalah dengan pasangan. Bisa dikatakan aborsi ini menjadi jalan pintas dalam menyelesaikan masalah.

Padahal, jika kita melihat dari aspek kesehatan banyak sekali resiko jika melakukan aborsi. Seperti yang dikutip laman alodokter.com, resiko aborsi meliputi pendarahan berat, cedera pada rahim atau infeksi akibat aborsi yang tidak tuntas, kemandulan, dan kondisi serviks yang tidak optimal akibat aborsi berkali-kali. Apalagi dalam kasus sejoli di Makassar sudah melakukan aborsi sebanyak 7 kali dan itupun mereka lakukan berdua di kamar kosnya. Bisa dibayangkan bagaimana bahayanya melakukan kegiatan aborsi terhadap kesehatan wanita. Terlebih tidak ada kepentingan medis di dalamnya.

Selain itu, masih adanya tindakan atau perilaku aborsi sendiri akibat kurangnya Pendidikan seks khususnya di Indonesia. Masih banyaknya pandangan masyarakat Indonesia yang tabu akan perihal pendidikan seks.  Padahal pendidikan seks ini sangat penting terutama dalam mengatasi masalah seperti ini. Seperti dalam kasus sejoli di Makassar, terjadinya hamil diluar disinyalir mereka tidak menggunakan pengaman dalam melakukan hubungan seksual. Itu berarti sejoli tersebut masih belum memahami atau kurang memahami pendidikan seks itu sendiri.

Mengenai hal tersebut perlu adanya peran dari beberapa pihak diantaranya orangtua juga pemerintah untuk mengedukasi masyarakat terkait pendidikan seks dan kesehatan reproduksi. Agar perilaku aborsi ini bisa berkurang dan tidak ada lagi janin yang menjadi korban. Karena perilaku aborsi ini adalah suatu bentuk kejahatan dan tentu ada bersinggungan dengan masalah hukum.

 

Penulis : Rofi Arifianto

Red     : GPW. Kakiyat

 

Sumber : https://www.durex.co.id/blogs/explore-sex/sex-education-untuk-anak-muda-mendidik-atau-menjerumuskan/ https://www.alodokter.com/memahami-berbagai-sisi-aborsi https://hellosehat.com/kehamilan/melahirkan/persalinan/aborsi-ilegal-dampak-depresi-ibu-hamil/ https://hellosehat.com/kehamilan/melahirkan/persalinan/aborsi-ilegal-dampak-depresi-ibu-hamil/ https://www.tvonenews.com/daerah/sulawesi/45893-nm-si-cewek-pemilik-7-janin-di-kotak-makan-ngaku-malu-hamil-tapi-sejak-2012-sampai-2022-terus-terusan-lakukan-dosa-yang-sama?page=all https://www.liputan6.com/regional/read/4982528/alasan-sejoli-di-makassar-simpan-7-janin-di-dalam-kotak-makanan

 

Bagikan Postingan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *