KIARA ARTHA PARK – Taman Kota Bandung yang layak dikunjungi

Sudah pernah jalan – jalan ke Kiara Artha Park di Kota Bandung? Sebuah taman kota modern dengan kampung budaya Korea, terdapat air mancur menari bercahaya juga kafe terbukanya? Jika belum, ini bisa jadi pilihan, karena berada di dalam Kota Bandung dan lokasinya gampang dijangkau, dari berbagai sudut kota dan penjuru. Datangi saja, ke sekitaran Jalan Banten – Kebonwaru Kota Bandung, tak jauh dari Flyover Kiaracondong – Jalan Jendral Ibrahim Adjie.

Untuk memasuki wisata ini tidak terlampau sulit, karena di sisi jalan raya bisa diakses dengan angkutan kota, online atau bus kota dan moda trasnportasi lainnya. Di lokasi, pengunjung Kiara Artha Park akan dimanjakan dengan suasana Korea yang dipenuhi taman, lampu – lampu, patung, air mancur pula kuliner jajajan yang ada. Konsep wisata yang komperenhensif itu sangat sesuai bagi yang suka dengan wisata berfoto. Lokasi ini begitu memanjakan para pegiat foto, saking bisa disebut lokasinya sangat “Instagramable”. Penulis bersama beberapa kawan, datangi langsung Kiara Arta Park belum lama ini (10/06/22), dan bisa menikmati melancong dalam taman dengan hanya tiket yang dibanderol seharga Rp. 10.000,- (weekday) dan terpampang tarif weekend Rp.20.000,-. Didalam lokasi, memang benar adanya, banyak pengunjung yang telah beraksi dengan smartphone nya atau kamera professional. Mereka berpose sendiri, lalu lakukan aksi swafoto atau saling berfoto sesame rombongan kecilnya.

Indah, ABG asal Antapani Bandung yang datang bersama dua orang temannya mengatakan, ia menyengaja datang ke Kiara Artha Park untuk bersantai dan menikmati suasana taman. “Menurutku sih, ini murah dan nyaman ya. Dekat dari rumah, jadi bapak ibu tak khawatir saya main jauh bersama teman – teman. Tapi sepertinya nanti harus ditingkatkan lagi pelayanan petugasnya ”, katanya singkat.

Doddy dan istrinya, warga Riung Bandung mengaku datang ke lokasi sekadar untuk jalan – jalan dan momong anaknya. “Iya teh, anak saya suka mainnya lari – lari, jadi kalau diajak kesini, senang dia”, ungkap Doddy sambil sesekali mengajak berlarian anaknya yang masih balita.

Tak kalah menarik, pengakuan beberapa ‘Local Guide’ yang ada di Google Maps. Penulis perhatikan banyak diantaranya yang menyampaikan hal positif mengenai Kiara Arta Park ini, meski disertai saran dan komentar. Satu diantaranya seperti yang disampaikan Sarah Nurul Aini. Diungkapkan Sarah, ia mengunjungi taman sekira sebulan lalu. Meski belum sepenuhnya rampung digarap, ia mengapresiasi bagus untuk kondisi taman. Berikut cuplikan komentar dan ulasannya. “ Taman dengan luas 16.900an meter persegi ini, fokus utamanya ada di danau dengan air mancur pada saat pemutaran lagu dari speaker yang diletakkan di setiap sudut taman. Ada semacam bandros untuk dipakai mengelilingi taman, juga beberapa penyewaan skuter dan sepeda listrik, serta sepeda boseh”.

Ia melanjutkan. “Sepertinya taman ini belum sepenuhnya rampung ditata karena penempatan stand-stand makanan masih berantakan, petugas kebersihan juga hanya berjaga di toilet dan tidak ada satpam yang mengingatkan kalau ada pengunjung yang bandel buang sampah sembarangan, jadinya tempat sebagus ini terkesan kumuh dengan sampah dan stand jualan yang berantakan.

Ia pun mengkritisi fasilitas umum, diantaranya toilet dan mushola, berikut celotehnya. “Toilet ada dua, di area sayap kanan dan sayap kiri. Lagi-lagi disayangkan adalah musolanya, sangat sempit dan tidak nyaman. Tempat wudu cuma ada 1, dicampur antara laki dan perempuan. Untuk ukuran taman seluas ini seharusnya dibangun musola yang luas karena pengunjung akan membludak di akhir pekan, akhirnya jamaah menumpuk tidak karuan. Ada kampung koreanya juga tapi harus jalan dulu ke parkiran mobil. Untuk masuk ke sana gratis, karena di dalamnya hanya semacam kafe dan resto dengan konsep korea, ditambah dengan toko suvenir dan jasa foto dengan menggunakan handbook”.

Pengunjung lainnya yang juga berkomentar adalah ; Sadidan Ikhwanussafa. Ia menuliskan, “Senang sekali rasanya olah raga di Kiara Artha Park. Ini adalah kali kedua saya ke sini. Awal ke sini beberapa tahun lalu masih banyak yang dibangun. Kemarin sudah hampir jadi semua dan sangat nyaman rasanya”. Ditambahkannya, “Kota Bandung butuh lebih banyak area hijau yang bisa dipakai olah raga seperti ini. Tempatnya sangat luas dan rapi. Untuk masuk ke taman utama, kita perlu membayar 10 ribu rupiah. Harga ini cukup murah, selain bersih, kita bisa menikmati berbagai atraksi seperti pertunjukan air terjun, sewa sepeda, naik bus trem, dll. Untuk bus trem ini kita perlu bayar 5 ribu tambahan, lumayan dapat dua keliling. Oh iya, untuk bayi masih dihitung gratis”. Ia juga memuji pengelola dalam merawat taman. Berikut catatannya.
“Menurut saya pengelolaan taman ini sudah cukup baik. Area-area tersusun rapi dan baik. Tidak perlu khawatir jika lapar, karena ada banyak wisata kuliner di sini, mulai dari jajanan kaki lima, McDonald’s, sampai Solaria. Kalian bisa pilih sesuai selera. Di sini ada juga Kampung Korea yang bisa kalian kunjungi gratis. Ada berbagai jajanan khas Korea, spot foto, dan bisa juga sewa pakaian Korea lho. Namun sayangnya untuk kampung Korea ini agak kurang terawat sekarang,” pungkasnya.

Nah, yang penasaran, bisa saja datangi langsung Kiara Artha Park. Kata yang popular kekinian, “yuk hiling…..eh healing ya”. Selamat berwisata, meski hanya dalam kota. Tentu kota kita tercinta, Kota Bandung. [wag_gpwk]

 

 

Kontributor : Winda Anggraeni
Red : GPW.Kakiyat

Bagikan Postingan :

Satu tanggapan untuk “KIARA ARTHA PARK – Taman Kota Bandung yang layak dikunjungi

  • Juni 17, 2022 pada 2:52 am
    Permalink

    Wih kereenn iniii mantapp, tempatnya rekomended bangettt..makasih info nya lhoo

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *