PENTINGNYA MELINDUNGI GENERASI DARI ANCAMAN STUNTING

Oleh: Yuyun Suminah, A. Md

(Seorang Guru di Karawang dan Pegiat Literasi)

Salah satu bentuk melindungi generasi diantaranya mencegah terjadinya stunting, masalah stunting menjadi ancaman tersendiri bagi generasi. Pasalnya, stunting termasuk kedalam masalah kesehatan yang sampai saat ini belum tuntas untuk diselesaikan. Adapun dampak dari stunting adalah mengakibatkan pertumbuhan seorang anak terhambat atau tidak berkembang sebagaimana usianya.

Masalah stunting hampir terjadi diseluruh daerah termasuk daerah yang ada di provinsi Jawa Barat. Menurut data dari dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi Jawa Barat mencatat jumlah anak balita yang mengalami stunting tahun ini ada 3.551 atau 11,05 persen dari total 32.265 balita se-Kota Cimahi. (Sindonews.com 15/09/21)

Bahkan masalah stunting mengundang reaksi dari Sekda menghimbau posyandu digalakan kembali dan optimalisasi seluruh kader PKK untuk melakukan penyuluhan kepada masyarakat terutama kepada para orangtua. Namun, itu semua dirasa belum cukup untuk melindungi generasi dari stunting.

Bila kita telurusi lebih jauh masalah stunting terjadi karena ada beberapa faktor diantaranya:

1. Masalah Ekonomi

Ekonomi menjadi penentu kemampuan daya beli masyarakat terhadap kebutuhan gizi sebuah keluarga, tercukupi tidaknya kebutuhan tiap keluarga bisa diukur seberapa besar penghasilan yang diperoleh oleh keluarga tersebut, termasuk cukup tidaknya kebutuhan gizi seorang anak.

2. Ketahanan Pangan

Kebutuhan pangan seperti bahan pokok yang berkualitas dan kebutuhan gizi lainnya yang kuantitasnya melimpah, mudah didapatkan dan harganya terjangkau oleh masyarakat menjadi penentu juga tuk mengatasi stunting.

3. Pengetahuan Orangtua

Orangtua adalah orang yang diberikan amanah tuk mendidik dan merawat seorang anak, sejauh mana pemahaman para orangtua terkait kebutuhan gizi seorang anak. Keterbatasan dalam pengetahuan dan informasi yang didapatkan bisa berpengaruh kepada pemahaman orangtua terhadap bahaya stunting itu sendiri.

Itu semua bisa berjalan jika ada peran negara atau pemerintah, dalam sistem sekarang yaitu kapitalisme semua kebutuhan rakyat mulai dari ekonomi, kebutuhan pangan dan pengetahuan diserahkan kepada individu masing-masing. Peran negara hanya sebatas regulator saja.

Jauh berbeda dengan sistem Islam sebuah sistem yang tak hanya mengurusi perkara ibadah saja, perkara ekonomi, kesehatan dan lainnya termasuk bagaimana mengatasi stunting semua ada aturan dan solusinya. Masalah stunting tak lepas dari peran seorang pemimpin karena pemimpin yang akan bertanggungjawab atas kepengurusan rakyatnya.

“Imam (pemimpin) adalah raa’in (pengurus rakyat) dan ia bertanggung jawab atas pengurusan rakyatnya.” (HR al-Bukhari)

Pemimpin dalam sistem Islam akan membuat kebijakan berdasarkan syariatNya, segala aturan dan solusinya berdasarkan Alquran dan Assunah termasuk mengatasi masalah stunting. Seorang pemimpin akan mencukupi kebutuhan pangan tiap keluarga dan kebutuhan akan gizi tiap anak akan dipenuhi.

Bahan pangan akan dengan mudah didapatkan tanpa tergantung kepada impor, tidak hanya itu segala informasi tentang betapa pentingnya pemahaman para orangtua terkait gizi anak akan mudah diakses. Sehingga masalah stunting pun bisa diatasi bahkan bisa dihilangkan seandainya syariat Islam menjadi konsep dasar dalam tata kelola negeri. Karena syariatNya mampu mengembalikan peran negara sebagimana mestinya. Wallahua’lam

Bagikan Postingan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *