UNDERPASS SRIWIJAYA DIBANGUN, DISHUB KOTA CIMAHI SIAPKAN REKAYASA LALIN

Underpass Sriwijaya di Kelurahan Baros, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi bakal dimulai dalam waktu dekat. Untuk mendukung pembuatan jalan bawah tanah itu, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cimahi sudah menyiapkan skema rekayasa arus lalu lintas di kawasan pembangunan.
Kepala Bidang (Kabid) Lalu Lintas Dishub Kota Cimahi, Muhammad Nur Effendi mengatakan, sebetulnya pembangunan Underpass Sriwijaya sudah dilaksanakan sejak pertengahan Juni 2021.
“Namun, berhubung Kota Cimahi memasuki masa PPKM Darurat, maka agak mundur dari jadwal. Termasuk uji coba rekayasa arus lalu lintas situasi tidak memungkinkan,” ujarnya di Pemkot Cimahi Jalam Rd. Demang Hardjakusumah, Kamis  22 Juli 2021.
Sesuai hasil rapat bersama instansi terkait, rekayasa arus lalu lintas yang diterapkan sekitar pembangunan underpass sriwijaya yaitu kendaraan dari arah Jalan Sudirman lurus hingga ke Jalan Warung Contong dan lanjut belok kiri untuk menuju Cimahi Tengah atau arah Padalarang. Kendaraan dari arah Sudirman yang berbelok ke Jalan Urip Sumoharjo akan memutar kembali ke Jalan Gatot Subroto dan Jalan Baros. Bagi kendaraan yang hendak ke arah Baros mengambil arah belok kanan melintasi Rumah Sakit Dustira, lalu lurus ke Jalan Gatot Subroto dan lanjut ke Jalan Baros.
Sebelumnya, kendaraan dari arah Sudirman berbelok ke Jalan Urip Sumoharjo, dan belok kiri melintasi Rumah Sakit Dustira menuju Sriwijaya untuk lanjut ke Padalarang. Kendaraan dari arah Sriwijaya berbelok ke Jalan Stasiun untuk lanjut belok kiri ke Jalan Gatot Subroto menuju Bandung atau belok kanan arah Tol Baros. Menurut Nur, pihaknya akan menerapkan pola rekayasa arus lalu lintas pembangunan underpass sriwijaya mulai Sabtu (24/7/2021).
“Kegiatan rekayasa arus lalu lintas diujicoba selama 5 hari mulai Sabtu (24/7). Selama uji coba ini melibatkan aparat Polres Cimahi-Kodim 0609/Cimahi dan jajaran TNI lainnya. Kemungkinan besar sambil langsung dilakukan pengerjaan pembangunan fisiknya,” katanya. Pihaknya berharap masyarakat memaklumi kondisi tersebut demi kelancaran pembangunan underpass Sriwijaya. “Dengan pembangunan underpass sriwijaya diharapkan menjadi salah satu solusi untuk mengurai kemacetan di Kota Cimahi,” ungkapnya.
Kepala Seksi (Kasi) Peningkatan Jalan dan Jembatan pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Cimahi, Made Wardana mengatakan, alat berat untuk pembangunan underpass diperkirakan mulai masuk 27 Juli mendatang.
“Jadi setelah rekayasa itu masuk alat berat. Untuk bangunan terdampak kita sudah kerja sama dengan  PT KAI,” ujar Made.
Perusahaan plat merah itu memiliki waktu sekitar enam bulan atau hingga akhir tahun untuk merampungkan underpass yang akan menghubungkan Jalan Dustira dengan Jalan Sriwijaya itu.
“Target 100 persen, kalau ngak ada kendala kota optimis. Panjang total 600 meter, lebar badan jalan dan trotoar 9 meter dan tinggi 5,2 meter,” tukas Made.
Bagikan Postingan :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *