DIMASA PPKM DARURAT, RESTAURANT RAJA RASA BANDUNG DI UNTUNGKAN OLEH ADANYA BEST CUSTOMER YANG LOYAL

Kota Bandung, BarayaKita – Masa pandemi covid-19 yang berkepanjangan, membuat sejumlah sektor bertumbangan bahkan tidak sedikit membuat sebagian perusahaan gulung tikar. Namun tidak bagi family resto Raja Rasa yang berada di Jalan Setraria No 1, Sukasari Kota Bandung yang justru tetap bertahan.

Meski mengalami penurunan penjualan dan omzet pendapatan, namun tidak significant karena masih cukup banyak konsumen atau pelanggan yang melakukan pemesanan dengan memanfaatkan aplikasi online go food dan grab food.

*Manager family resto Raja Rasa, Rahmad Yuniar* mengatakan bahwa untuk dimasa pandemi covid-19 termasuk masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat ini ada hal baik untuk di Raja Rasa, karena pelanggan-pelanggan yang memanfaatkan aplikasi online dan yang take away cukup banyak. “kita kerjasama dengan aplikasi gojek dengan layanan go foodnya, grab dengan layanan grab foodnya, jadi dua aplikasi itu kita pakai, sehingga walaupun tidak bisa menerima makan ditempat, pesanan via online pun cukup banyak,” ujarnya, saat ditemui di family resto Raja Rasa, Senin 19 Juli 2021.

Tidak hanya itu, tamu-tamu Raja Rasa merupakan tamu-tamu atau customer langganan yang sudah biasa dengan test dan cita rasanya menu Raja Rasa, sehingga kalaupun mereka tidak bisa makan ditempat atau di restaurant, biasanya mereka melakukan pemesanan take away, beli datang ke restaurant dan pesanannya dibawa pulang.

“betul, raja rasa diuntungkan dengan adanya best customer yang sangat loyal. meskipun dengan kondisi ppkm darurat mereka justru rela datang ke resto meski tidak bisa makan ditempat dan hanya take away,”ungkapnya.

Jika dibandingkan dengan masa normal sebelum adanya pandemi covid-19, untuk hari biasa Raja Rasa ini banyak dikunjungi oleh tamu yang berasal dari kantoran, sedangkan untuk weekend sabtu dan minggu biasa dipadati oleh keluarga dan masyarakat yang berasal dari luar kota bandung, terutama masyarakat jakarta.

“dengan kondisi sekarang ini kalau dihitung persentase berkisar antara 25 persen penjualannya, karena kan kita hanya melayani pesanan bungkusan melalui aplikasi online tadi, take away dan delivery internal,” tuturnya.

Karena harus mematuhi aturan pemerintah dimasa PPKM darurat ini, pihak resto pun melakukan pengurangan jam operasional resto dan sistem shif karyawan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan covid-19 yang dianjurkan pemerintah, guna mencegah terjadinya penyebaran virus corona.

“dari jumlah karyawan 32 orang kita lakukan secara bergilir, jadi perharinya hanya 10 orang karyawan yang masuk kerja, dengan jam operasional mulai dari jam 10.00 pagi sampai dengan jam 19.00 malam,” tambahnya.

Terkait kondisi PPKM darurat yang diperpanjang ini, pihaknya mendukung penuh lantaran langkah-langkah yang diambil pemerintah tentunya merupakan keputusan yang tepat dan sangat baik bagi semuanya.

“sekarang kan pemerintah itu mendahulukan yang namanya kesehatan, keselamatan rakyatnya, otomatis kita harus mendukung, disisi lain pemerintah juga pasti memikirkan tentang perekonomian, hanya tidak di nomor satukan, karena kesehatan dulu. kalau dibidang pangan ini kan tidak bisa tutup secara total, karena kita masih melayani orang-orang yang membutuhkan makan,” imbuhnya.

Dengan kondisi seperti saat ini, Rahmad mengajak kepada para customernya untuk tetap bersabar mengikuti anjuran pemerintah, dengan harapan masa pandemi covid-19 ini segera berlalu.

“kepada pelanggan-pelanggan Raja Rasa yang sampai sekarang belum bisa makan ditempat sambil menikmati kolam dan atmosphere yang ada di raja rasa ya kita semuanya harus bersabar dulu. kita doakan bersama semoga semuanya ini segera pulih agar semuanya bisa melakukan aktifitas seperti biasanya,” pungkasnya.

*Rep/Cam:* Deden Setiawan

Bagikan Postingan :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *