APAKAH KITA MASIH INDONESIA

Penulis: Dr. Indra Kristian

Barayakita– Sejak kemerdekaan Indonesia bahkan sejak saat awal pergerakan dari kebangkitan nasional 1908 sumpah pemuda 1928 esensi yang ada dan mengakar bahkan boleh saya katakana merupakan podasi yang kuat berdirinya Negara yang di beri nama Indonesia ini adalah semangat kebersamaan. Semangat kebersamaan yang dimaksud bahkan menghasilkan sebuah kata-kata yang bahkan akan sangat sulit di terjemahkan kedalam bahasa selain Indonesia kata-kata penyemangat pemersatu itu dinamakan Gotong Royong. Jika saya mengutip pengertian gotong royong dari Wiki Pedia berbahasa Indonesia maka Gotong royong merupakan istilah Indonesia untuk bekerja bersama-sama untuk mencapai suatu hasil yang didambakan. Istilah ini berasal dari kata bahasa Jawa gotong yang berarti “mengangkat” dan royong yang berarti “bersama”. Bersama dengan musyawarah, Pancasila, hukum adat, ketuhanan, serta kekeluargaan, gotong royong menjadi dasar filsafat Indonesia seperti yang dikemukakan oleh M. Nasroen. Istilah ini diturunkan dari budaya masyarakat desa di Jawa yang saling menolong ketika membangun dan memindahkan rumah, menggotongnya bahu-membahu dengan tandu dari batang royong (ruyung), tumbuhan tinggi sejenis kelapa.

Berdasarkan pengamatan dan pemikiran saya alami gotong royong tidak hanya bermakna dalam apa yang di katakana dalam wiki pedia tersebut namun juga lebi kepada makna bahwa Indonesia ini satu Indonesia ada karena kita bias bersatu dalam perbedaan. Dahulu saat bulan puasa seperti ini ada sebuah tradisi di desa saya yaitu tradisi untuk saling berkirim rantang kepada tetangga rantang tersebut diisi nasi dan juga lauk pauk lainnya dari mulai sambal goreng kentang, bihun, tumis cabe, acar dan semur daging.

Saya amati bahwa isi rantang seperti seragam namun yang di kirim dari tetangga tetap di tukar dengan apa yang ada di rumah bahkan semua sama dari jenis lauk dan isi rantang seluruhnya, namun tradisi ini ada makna yang tersirat bahwa keinginan untuk berbagi keinginan untuk bersama saling merasakan hal yang sama dan menanggung sesuatu yang sama secara bersama-sama ini merupakan semangat dari gotong royong. Kembali ke pengertian gotong royong tadi dimana ada tradisi memindahkan rumah secara gotong royong, hal ini semangatnya haruslah bersama-sama hakekat pemindahan rumah itu harus satu suara satu kesatuan saling menjaga karena jika satu sisi saja hal ini tidak seimbang maka pemindahan rumah tersebut akan menjadi tidak akan berjalan dengan baik.

Fenomena yang terjadi saat ini seperti juga tradisi bertukar isi rantang tadi sudah tidak dilakukan, hal ini mencerminkan keadaan Indonesia saat ini dimana rasa kebersamaan semangat gotong royong yang merupakan ciri khas yang ada di Indonesia saat ini sudah bukan hanya luntur kalau saya boleh mengatakan terancam punah. Bias kita bayangkan jika sebah bangunan dimana pondasinya sudah mulai rapuh bahkan menghilang apakah bangunan tersebut masih akan berdiri tegak masih bisakah dikatakan bahwa bangunan tersebut sebuah rumah jika salah satu unsurnya sudah mulai punah, demikian juga dengan bangsa Indonesia saat ini apakah masih dikatakan sebagai sebuah bangsa jika salah satu pondasi dari bangsa saat ini mulai rubuh bahkan punah.

Sebetulnya semangat gotong royong juga bias di implementasikan dengan apa yang menjadi kebiasaan yang baik seperti silaturahmi saling menjaga saling mengisi dan saling menguatkan untuk itu mari kita saatnya melestarikan kembali tradisi budaya dan semangat gotong royong yang saat ini sudah tidak terlihat kembali.

Pertanyaannya apakah masih bias dikatakan Indonesia ketika kita sudah kehilangan ciri khas yang hanya ada di Indonesia, dan saya berharap kepada masyarakat luas mari kita maknai kembali apa itu gotong royong, bagaimana dan apa yg dinamakan gtong royong bukan hanya sebuah slogan.

Bagikan Postingan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

19 − 13 =