MAKAN MAKANAN PEDAS, SEBENARNYA SEHAT ATAU TIDAK?

Ditinjau oleh dr. Tania Savitri – Dokter Umum

Ditulis oleh Yuliati Iswandiari

Tidak heran jika kebiasaan makan makanan pedas sulit dihilangkan. Namun perlu Anda ketahui, meskipun memberikan manfaat kesehatan, makanan pedas yang dikonsumsi berlebihan tentu akan memiliki dampak yang tidak baik untuk tubuh.

Apa saja manfaat makanan pedas bagi kesehatan tubuh Anda?

Selain menambah cita rasa dan nafsu makan, makanan pedas sering kali disebut bisa membuat tubuh Anda sehat. Rasa pedas dan sensasi panas yang dihasilkan cabai sebenarnya disebabkan oleh senyawa kimia aktif dalam cabai yang disebut capsaicin.

 

 

Tidak hanya menggugah selera Anda, makanan pedas juga memiliki manfaat bagi tubuh Anda. Apa saja manfaat makanan pedas bagi kesehatan?

 

1. Meningkatkan metabolisme tubuh

Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa sensasi panas dari capsaicin mendorong kinerja metabolisme tubuh melonjak hingga lima persen. Peningkatan kerja metabolisme tubuh akan menghasilkanpembakaran lemak hingga 16 persen.

 

Penelitian lain juga menunjukkan bahwa capsaicin memiliki efek termogenik yang dapat membuat tubuh membakar ekstra kalori selama dua puluh menit setelah makan.

 

2. Baik untuk kesehatan jantung

Makanan pedas bisa meningkatkan kesehatan jantung. Hal ini karena capsaicin dalam cabai efektif menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) dalam tubuh.

 

Vitamin A dan C yang terkandung dalam cabai mampu memperkuat dinding otot jantung, sensasi hangat dari capsaicin dapat meningkatkan sirkulasi darah dalam tubuh. Capsaicin juga dapat membantu mencegah pembekuan darah.

Sebuah hasil penelitian menunjukkan bahwa orang-orang yang makan makanan pedas hampir setiap hari menurunkan risiko kematian sebesar 14 persen.

Makan makanan pedas dua kali seminggu menurunkan risiko kematian hingga 10 persen, dibandingkan jika makan makanan pedas satu kali seminggu. Hal ini dikaitkan dengan rendahnya kematian akibat kanker, penyakit jantung, dangangguan pernapasan.

3. Membantu pengobatan kanker

Menurut American Association for Cancer Research, senyawa capsaicin disinyalir memiliki kemampuan untuk memperlambat beberapa jenis kanker.

Peneliti juga menemukan bahwa capsaicin mampu membunuh 80 persenkanker prostat. Capsaicin juga disebut bermanfaat dalam membantu pengobatan kanker payudara, pankreas, dan kandung kemih.

Namun, jangan berlebihan makan makanan pedas

Apakah Anda pernah tidak sengaja kecipratan kuah bakso atau soto yang pedas? Jika iya, pasti Anda mengerti bagaimana perihnya mata Anda. Hal ini juga bisa terjadi ketika Anda berlebihan mengonsumsi makanan pedas.

Seperti yang dilansir dari Womens Health, makanan pedas bisa mengiritasi kulit Anda terutama dibagian bibir. Jika Anda mengonsumsi makanan pedas berlebihan, kulit di bibir Anda akan merasakan perih.

Penting juga bagi Anda untuk mencuci tangan setelah Anda membuat atau mengonsumsi makanan pedas.

Tidak hanya itu, mengonsumsi makanan pedas menjelang waktu tidur bisa menyebabkan gangguan pencernaan yang membuat Anda hampir pastikesulitan untuk tidur nyenyak.

Bahkan sambal dan makanan pedas dikaitkan dengan panjangnya waktu terjaga pada malam hari dan membutuhkan waktu lebih lama untuk dapat tidur pulas, hal ini karena kadar capsaicin mempengaruhi pola tidur dengan mengubah suhu tubuh Anda.

Apa yang harus dilakukan jika Anda kepedasan?

Untuk menghilangkan rasa kepedasan itu, sebuah penelitian di New Mexico State University Chile Pepper Institute seperti yang dilansir Medical Daily menemukan cara cepat yang bisa dilakukan yaitu dengan minum susu.

Dalam studinya, peneliti menemukan bahwa protein dalam susu bisa menggantikan senyawa kimia yang membuat cabai terasa pedas dan menimbulkan sensasi panas serta terbakar.

Sumber: https://hellosehat.com/nutrisi/fakta-gizi/manfaat-makanan-pedas-kesehatan/

Bagikan Postingan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

seventeen − ten =