MENGENAL TAHU BULAT

Bandung, BarayaKita  —  Kalau Anda orang Sunda mungkin tidak asing jika ada lagu dengan syair sbb :

“Tahu bulet, digoreng di mobil dina katel dadakan. Lima ratusan gurih-gurih enyoy.”

Seiring dengan lagu yang diputar di mobil Pick Up dan dikeraskan dengan speaker yang cukup membahana, tidak akan lama kemudian banyak orang yang terdiri dari anak-anak, remaja, orang tua  bahkan lansia akan mendekati sumber suara sambil membawa uang untuk membeli tahu hangat yang baru saja digoreng, ditambah bumbu aneka rasa disesuaikan dengan selera pembeli, dari bumbu asin gurih, keju, balado, saus mentega, ataupun cabe bubuk pedas bermacam level. Rasanya yang enak, gurih dan enyoy (empuk), membuat konsumen tahu bulat ketagihan dan tak bosan untuk selalu membeli tahu bulat.

Tahu Bulat (Barayakita.com)

Untuk diketahui,  Tahu bulat adalah sebuah jajanan kaki lima berupa olahan kacang kedelai yang dibuat menjadi sebuah tahu berbentuk bulat dengan isi kopong. Biasanya, tahu bulat dijual di sebuah mobil bak terbuka dan kebanyakan dihargai Rp500 per buahnya (Wikipedia). Dari berbagai sumber menyebutkan jika tahu bulat berasal dari daerah Tasikmalaya dan booming ke berbagai daerah sekitar 2015 lalu.

Menurut salah satu pembeli, Sella (karyawati) ia juga salah seorang penyuka tahu bulat.

“Saya suka banget tahu bulat. Cita rasanya gurih bikin ketagihan. Ini juga sengaja cepet-cepet ngejar mobil Tahu bulatnya takut keburu pergi.” Ujar Sella yang pada saat itu membeli 4 (empat) kantong tahu bulat untuk dia sendiri dan teman-teman kantornya yang ikut menitip beli.

Apakah Anda sudah pernah atau bahkan sering mencicipi Tahu Bulat ? Semoga makanan khas Indonesia ini tetap menjadi primadona bagi masyarakat Indonesia, dan menjadi sumber penghasilan yang menyejahterakan para pelaku bisnis tahu bulat. (EdM)

 

 

Bagikan Postingan :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *