NASIB JAMU ZAMAN NOW

Bandung, Barayakita — Baraya, apakah Anda salah satu peminum jamu? Menurut Wikipedia, jamu adalah sebutan untuk obat tradisional dari Indonesia. Belakangan populer dengan sebutan herba atau herbal. Jamu dibuat dari bahan-bahan alami, berupa bagian dari tumbuhan seperti rimpang, daun-daunan, kulit batang dan buah.

Sebagian orang mungkin akan menganggap jamu adalah minuman obat yang sudah ketinggalan zaman. Apalagi zaman now banyak oknum yang menyalahgunakan jamu demi bisnis oriented semata. Generasi muda kini menjadi sedikit antipati bila mendengar tentang jamu atau tanaman herbal.

Padahal jamu memiliki peran dalam dunia kesehatan, karena banyak manfaat dan khasiat langsung dari alam yang tidak tercampur dengan zat-zat kimia yang berdampak kurang baik untuk tubuh.

Menemukan tukang jamu di zaman now mungkin tidak semudah zaman dulu. Kalau zaman dahulu tukang jamu selalu menggendong jamu dagangannya, sekarang banyak tukang jamu yabg beralih menggunakan roda dorong, sepeda, bahkan motor. Hal ini tentu saja untuk memudahkan penjual jamu menjajakan dagangannya dengan cepat dan area dagang yang luas.

Demikian pun seorang pedagang jamu, panggil saja Sumi. Ia asli dari Solo, Jawa Tengah. Sudah bertahun-tahun berdagang jamu dari digendong, hingga kini menggunakan moda transportasi sepeda untuk memudahkan teknis berjualannya.

Sumi hampir setiap hari berjualan, berkeliling dari rumahnya di seputaran Holis Bandung, berkeliling di area Holis, menjangkau lebih dari 5 Km dengan bersepeda.

“Hampir tiap hari jamu saya habis, dengan harga 5000 rupiah per gelasnya. Pelanggannya bermacam kalangan, dari ibu-ibu, anak-anak, sopir, pedagang hingga karyawan kantoran”.

“Tetap semangat jualan jamu demi membantu perekononian keluarga”, ujar Sumi.

Harapan seorang Sumi mungkin mewakili para pedagang jamu gendong lain adalah agar jamu tetap diterima semua kalangan masyarakat.

“Karena jamu adalah minuman berkhasiat asli milik bangsa Indonesia yang harus terus dilestarikab. Semoga anak-anak muda zaman now juga mebyukai jamu dan merasakan manfaatnya.” Ujar Sumi.

Baraya, Ayo kita minum jamu, sehatkan badan dengan jamu, minuman kesehatan Indonesia. (EdM)

Bagikan Postingan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 × 3 =