CEO PSM BUKA SUARA, JANJI RAMPUNGKAN TUNGGAKAN GAJI SEBELUM LIGA 1 2021 BERGULIR

CEO PSM Makassar, Munafri Arifuddin, akhirnya buka suara terkait masalah internal timnya, khususnya tunggakan gaji pemain dan offisial tim.

Seperti diketahui, FIFA menjatuhkan sanksi kepada PSM Makassar berupa larangan beraktivitas dalam bursa pemain di Liga 1 sebelum menyelesaikan kewajibannya berupa pembayaran tunggakan gaji Giancarlo Rodrigues (Brasil).

Tak hanya Giancarlo, PSM juga dilaporkan belum menyelesaikan kewajibannya terhadap pemain lokal. Seperti diungkap General Manager Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI), Ponaryo Astaman, beberapa waktu lalu dan dibenarkan bek senior PSM, Zulkifli Syukur.

“Kami (manajemen) tentu akan mencarikan solusi terbaik buat menyelesaikan masalah ini,” tegas Munafri kepada awak media Makassar setelah latihan perdana PSM di Lapangan Bosowa Sport Centre, Minggu (7/3/2021).

Menurut Munafri, komitmen PSM Makassar yang ingin tetap eksis di kompetisi kasta tertinggi Tanah Air itu membuat manajemen akan berusaha keras menyelesaikan kewajibannya itu.

“Situasi yang kami hadapi saat ini sangat sulit karena praktis tak ada pemasukan akibat kompetisi terhenti. Tapi, kami akan menyelesaikan masalah internal secara bertahap sebelum Liga 1 2021 dimulai,” kata Munafri.

Terkait hengkangnya mayoritas pemain pilar PSM musim lalu ke klub lain, Munafri mengaku tak mempermasalahkannya. Baginya, itu hal yang biasa dalam sepak bola profesional. Apalagi kontrak mereka di PSM sudah selesai.

“Sejak dulu saya bilang, tak akan menghalangi pemain yang akan pergi. Sebaliknya, saya juga mengapresiasi pemain yang tetap berkomitmen membela PSM Makassar,” papar Munafri.

Tanpa Markas Permanen

Situasi yang dihadapi manajemen PSM Makassar sulit dan kompleks. Selain masalah internal berupa tunggakan gaji, Juku Eja dipastikan tak akan bermarkas di Makassar minimal dua sampai tiga tahun ke depan.

Itu pun kalau pembangunan Stadion Mattoanging yang sudah dibongkar pada Oktober 2020 berjalan sesuai jadwal. Masalah timbul setelah Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah, yang menjadi insiator pembangunan stadion tengah ditahan KPK karena kasus suap dan gratifikasi proyek infrastruktur di wilayahnya.

Artinya, jika Liga 1 kembali bisa menghadirkan penonton, suporter Juku Eja tak lagi bisa mendukung langsung tim kesayangannya berlaga di Makassar.

Ada opsi menggunakan Stadion Gelora Madiri, Parepare yang berjarak 150 km dari Makassar. Tapi, itu juga masih diragukan karena Stadion Gelora Mandiri belum tentu lolos verifikasi PT Liga Indonesia Baru.

 

Disadur : https://www.bola.com/indonesia/read/4500646/ceo-psm-buka-suara-janji-rampungkan-tunggakan-gaji-sebelum-liga-1-2021-bergulir

Bagikan Postingan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

15 + 4 =