ACT CIMAHI GELAR PROGRAM OPERASI MAKAN GRATIS

Cimahi,BarayaKita – Alhamdulillah program Operasi Makan Gratis (5-7/03/2020) Berbagi untuk para santri/anak Yatim Dhuafa binaan Yayasan Kreasi Bangun Semesta (YKBS) dan Komunitas Gerak Bersama berserta para asatidz/pengurusnya, juga untuk Masyarakat Dhuafa yang terdampak Covid 19 sebanyak 176 pax sekitar Kota Cimahi dan Kab. Bandung Barat telah berjalan dengan lancar.

Pimpinan/Pengurus yayasan dan komunitas yang membina para penerima manfaat sangat berterima kasih terutama kepada para sahabat dermawan yang masih peduli akan orang-orang yang membutuhkan seperti mereka apalagi pada kondisi seperti ini. Mengingat pimpinan Yayasan/Komunitas secara swadaya tengah berupaya keras untuk memenuhi kebutuhan serta membina para santri/anak Yatim Dhuafa.

Salah-satunya adalah Annisa yang berusia 7 tahun merupakan anak Yatim Piatu binaan YKBS yang sudah tidak memiliki orang tua. kesehariannya Annisa tinggal bersama neneknya dan jika sudah besar Annisa berkeinginan untuk membahagiakan neneknya tersebut yang ia anggap seperti orang tuanya sendiri. Annisa dan anak2 yatim dhuafa lainnya merasa senang ketika mendapat makanan siap saji dan tidak lupa mengucapkan terimakasih kepada donatur & Tim ACT Cimahi

Selain itu, Program OMG ini juga menyasar beberapa masyarakat dhuafa yang cukup bervariasi dari berbagai latar belakang profesi dan usia, dari yang termuda 13 tahun hingga 78 tahun. Mereka adalah para pahlawan keluarga yang berjuang mencari nafkah untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarga mereka, meski hasil yang diperoleh tidak seberapa dan sering pula tidak di hargai oleh kebanyakan orang.

Diantara mereka ada yang berprofesi sebagai pemilah sampah, pengangkut sampah, tukang ojek, pengamen, tukang becak di sekitar tempat tinggal mereka. Mereka mengatakan tidak punya pilihan lain, mengerjakan pekerjaan halal apa saja asalkan bisa menyambung kehidupan keluarga mereka.

Seperti halnya Roby (13) tinggal di Cipageran, berjuang bersama kakaknya membantu orangtua mereka yang sehari-hari bekerja mengangkut sampah. Roby masih bersekolah SMP kelas 1 dan bercerita hampir setiap hari dia dan kakaknya membantu bapaknya untuk mengisi waktu luang ketika jam belajar darring dari sekolahnya sudah usai.

Selain itu ada pula bapak Unang (40) dan istrinya Dewiarsih (52) tinggal kel. Karangmekar, kec. Ngamprah, Kab. Bandung Barat. Di usia senja mereka berjuang mencari nafkah bersama dengan berkeliling sekitar Kota Cimahi dan Kab. Bandung Barat untuk memilah sampah plastik agar bisa mereka jual untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Pak Unang membawa serta istrinya menggunakan gerobak karena kondisi disabilitas fisik istrinya (tuna netra), khawatir jika di tinggal sendiri di rumah.

Ada juga bapak Dedi (75) yang mencari nafkah menggunakan becaknya yang sudah lusuh berharap ada penumpang yang mau naik becaknya. Sedari pagi hingga tim ACT Cimahi menyambanginya sore hari, belum ada satupun penumpang yang naik becaknya. Alhamdulillaah ketika tim program ACT Cimahi memberikannya makanan siap saji, muncul raut muka senyum tanda senang dan tak lupa ucapan terima kasih yang tulus dan doa keberkahan turut di haturkan kepada para donatur dan tim ACT MRI Cimahi. Semoga tim ACT MRI Cimahi serta para donatur istiqomah dalam kegiatan yang baik ini serta penuh keberkahan kedepannya.

Alhamdulillaah hampir semua penerima manfaat Operasi Makan Gratis Jum’at Berbagi memberikan reaksi yng hampir serupa.

Sekian laporan program operasi makan gratis segmentasi Santri dan masyarakat Dhuafa.

Bagikan Postingan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 × five =