salam@dudimuttaqien : LIHAT KE BAWAH, JANGAN LIHAT KE ATAS

Bandung, BarayaKita–

USTADZ DUDI MUTTAQIEN : LIHAT KE BAWAH, JANGN LIHAT KE ATAS

Sob, nih Rasulullah bersabda :

وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم: انْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ أَسْفَلَ مِنْكُمْ، وَلَا تَنْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ، فَهُوَ أَجْدَرُ أَنْ لَا تَزْدَرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ. (مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ).

Dari Abu Hurairah radliyallaahu ‘anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Lihatlah orang yang berada di bawah kalian dan jangan melihat orang yang berada di atas kalian, karena hal itu lebih pantas agar kalian tidak menganggap rendah nikmat Allah yang telah dianugerahkan kepada kalian.” (Muttafaq ‘Alaihi = buchori dan muslim).

Nah sob, ini hadits bikin sehat jiwa.

Kalau kita secara pribadi merasa paling miskin atau paling menderita.
Enggak lah karena masih sangat banyak yang lebih miskin dan lebih menderita dari kita.

Kalem.
Gak perlu kita biarkan nafsu kita memanas karena kita lihat orang lebih berdunia dibanding kita.
hati-hati ini bikin sakit jiwa… ?

Nafsu ini di buat ada oleh Allah adalah alat ukur apakah ibadah kita berpengaruh buat karakter kita atau karakter kita masih bergerak sesuai ajakan gerak nafsu kita (seperti bocah).

Nah sob, hadits diatas adalah terapis agar kita bisa menjadi penakluk nafsu kita supaya bisa mimpin hawa nafsu kita.

Dan bershodaqoh itu salah satu terapi yang membangun perasaan berkecukupan.
Karena dengan bershodaqoh kita akan mampu melihat siapa yg dibawah kita derita dan harta nya.

Semoga Allah sehatkan jiwa kita dengan mampu memimpin nafsu kita, sepaya kita ke surga.

Aamiin.

 

@Barayakita.online
salam@dudimuttaqien
barayakita.com
@madrasahkaryamadani

Bagikan Postingan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

six + three =