PENDIDIKAN DALAM MEKANISME ISLAM

Foto ilustrasi: www.kozio.com

Oleh: Yuyun Suminah, A. Md
Seorang Guru di Karawang

 

Pendidikan merupakan sesuatu yang sangat penting dalam sebuah negara karena lewat pendidikan proses transfer segala ilmu pengetahuan bisa diberikan kepada peserta didik. Salah satu perantara yang digunakan dalam dunia pendidikan adalah lewat buku.

Buku menjadi sesuatu yang harus ada dalam dunia pendidikan karena lewat buku jendela dunia terbuka namun apa jadinya ketika buku yang digunakan oleh peserta didik memuat gambar-gambar tidak senonoh.

Bukan sekali ini saja terjadi buku yang menjadi perantara bahan ajar kecolongan dengan ditemukannya situs porno. Kali ini ditemukan di buku sosiologi kelas 12 setara SMA di Jawa Barat. (tribunnews.com 11/02/21)

Temuan mengejutkan tersebut pertama kali diketahui oleh seorang guru yang sedang mempersiapkan materi pembelajaran daring. Kelalaian tersebut sontak membuat masyarakat heboh karena kejadian serupa kerap terjadi.

Seperti itulah pendidikan dalam sistem sekuler-kapitalisme selalu memberikan peluang besar terjadinya kerusakan. Output yang dihasilkan pun selalu dipenuhi prestasi menyedihkan mulai dari tawuran, narkoba, pergaulan bebas, sampai tindak kriminal di kalangan pelajar hampir selalu menghiasi berita televisi atau pun sosial media setiap harinya.

Kerusakan itu terjadi karena aturan yang dipakai adalah buatan manusia yang mempunyai keterbatasan dan kelemahan. Maka wajar akan melahirkan manusia-manusia yang tidak takut akan dosa dan hisab (pembalasan) di akhirat dengan perbuatan yang dilakukannya.

Berbeda sekali dengan sistem Islam aturannya lahir dari Sang Pencipta, mengatur semua aspek kehidupan tidak terkecuali pendidikan. Islam akan mengatur sistem pendidikan dimulai dari kurikulum yang digunakan adalah berbasis akidah, materi ajarnya dijamin tidak ada penyimpangan sedikit pun.

Tujuan pendidikan dalam Islam adalah membentuk manusia yang memiliki kepribadian Islam baik sikap maupun pemikiranya, menguasai ilmu-ilmu terapan IPTEK (ilmu, pengetahuan dan teknologi) tidak hanya itu jenis keterampilan yang tepat guna dan berdaya guna demi kehidupan baik di dunia maupun di akhirat. Dengan demikian, output yang dihasilkan adalah generasi-generasi yang kuat secara iman dan Iptek.

Semua itu tidak lepas dari peran negara yang akan memastikan semua hal yang berkaitan dengan dunia pendidikan akan melalui proses seleksi yang ketat. Termasuk sebuah buku yang menjadi pelantara sebuah Ilmu.

Negara dalam intitusi Khilafah akan mengkontrol penuh muatan materi ajar sesuai landasan akidah Islam. Menutup celah sedikit pun terjadinya kerusakan entah itu lewat buku maupun lainnya. Semua itu bisa diwujudkan dalam dunia pendidikan karena dijamin oleh sistem-sistem pendukung lainnya. Diantaranya sistem politik dan ekonomi Islam.

Sistem politik dalam Islam yaitu mengurusi dan menjaga rakyat, baik muslim maupun nonmuslim. Negara akan menerapkan aturan Islam dalam segala bidang termasuk bidang pendidikan. Pendidikan menjadi hak setiap individu maka negara akan mensupport penuh sistem pendidikan dan bertanggungjawab memenuhi semua kebutuhan sarana prasarana, peserta didiknya maupun gurunya.

Rasulullah bersabda yang Artinya” (Imam/ khalifah/ kepala negara adalah pengurus rakyat dan dia akan dimintai pertanggungjawaban atas pengurusan rakyatnya).” (HR al-Bukhari)

Penjamin lainnya yaitu ekonomi, pendidikan memerlukan pembiayaan, lantas dari mana pemasukannya? Dalam ekonomi Islam jenis pemasukan diantaranya diperoleh dari sumber daya alam. Negara akan mengelola dan mengaturnya untuk mensupport sistem pendidikan gratis lagi berkualitas bagi seluruh rakyat tanpa kecuali.

Adapun support sistem pendukung lainnya datang dari penerapan sistem informasi dan kemedia-masaan. Sistem informasi Islam akan memfilter jenis informasi yang masuk ke dalam dunia pendidikan, memastikan tidak akan ada situs-situs yang tidak pantas masuk ke dalam dunia pendidikan.

Serta sistem sanksi, negara dengan tegas akan memberikan sanksi kepada siapa saja yang telah melanggar syariat Islam. Semua itu demi menjamin tujuan pendidikan terealisasi dengan maksimal. Sehingga institusi pendidikan, negara, keluarga, dan masyarakat berjalan beriringan dalam mewujudkan dan menjaga generasi cemerlang dari segala ancaman kerusakan. Wallahua’lam.

Bagikan Postingan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

fourteen − 7 =