Plt. WALI KOTA CIMAHI MENINJAU PELAKSANAAN VAKSINASI COVID-19 UNTUK PARA PEDAGANG PASAR MELONG

Kota Cimahi,BarayaKita –  Pelaksana Tugas (Plt.) Wali Kota Cimahi Ngatiyana meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi para pedagang Pasar Melong, bertempat di Komplek Rusunawa Melong, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi pada Rabu (24/02). Kegiatan ini sendiri merupakan bagian dari proses vaksinasi Covid-19 tahap kedua di Kota Cimahi. Selain para pedagang pasar, program vaksinasi tahap dua ini juga menyasar para tenaga kesehatan dan pejabat publik, serta jajaran Aparatur Spil Negara (ASN) lainnya yang sering bersentuhan langsung dengan warga masyarakat seperti personil Satpol PP, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan para tenaga pendidik (guru). Disamping itu, kelompok masyarakat dari kalangan lanjut usia (lansia) dan jurnalis/wartawan juga turut menjadi sasaran vaksinasi.

“Alhamdulillah hari ini saya meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 untuk tahap dua, khususnya yang di Pasar Melong, dimana ada 105 orang pedagang yang harus divaksin di pasar ini. Kemudan tiap-tiap puskesmas juga sedang melaksanakan vaksinasi, ujar Ngatiyana.
Dikatakan Ngatiyana, beberapa hari sebelumnya Kota Cimahi melalui Dinas Kesehatan telah menerima vaksin produksi Sinovac sejumlah 11.007 dosis untuk program vaksinasi tahap dua di Kota Cimahi. Dari jumlah tersebut, rencananya akan digunakan untuk dua kali penyuntikan untuk masing-masing individu sehingga kapasitasnya totalnya dapat digunakan hingga sekitar 5.500 orang. Ditanya tentang target waktu penyelesaiannya, pihaknya mengharapkan pada April 2021 nanti pelaksanaan vaksinasi tahap dua ini dapat dituntaskan.
“Nah ini mudah-mudahan kita sesuai data dengan vaksin utuk 5.500 orang ini bisa terlaksana sesuai jadwalnya. Kita laksanakan secara serentak di tiap puskesmas, termasuk Pasar Melong ini dan pasar-pasar yang lain. Kita targetkan akhir April [2021] nanti bisa kita selesaikan secara serentak, tutur Ngatiyana.
Ditambahkan Ngatiyana, pada vaksinasi tahap dua ini, para personil TNI dan Polri juga termasuk yang menjadi sasaran untuk divaksin. Untuk teknisnya sendiri, Pemkot Cimahi akan menyerahkannya kepada masing-masing kesatuan/instansi TNI dan Polri yang ada di Kota Cimahi.
Nanti dari TNI juga divaksin. Dinkes Kota Cimahi akan berkoordinasi dengan masing-masing kesatuan untuk menyerahkan vaksinnya. Nanti divaksinkannya oleh petugas atau tenaga kesehatan yang ada di [kesatuan] TNI itu. Kebetulan di TNI juga ada di Rumah Sakit Dustira. Juga Kesdim yang ada di depan Stasiun Kereta Api Cimahi, paparnya.

Terakhir, Ngatiyana menekankan bahwa program vaksinasi ini penting untuk dijalankan meskipun saat ini Cimahi sudah berstatus Zona Kuning seiring dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro yang dinilai efektif mengurangi laju penyebaran Covid-19. Menurutnya, vaksinasi penting sebagai bentuk upaya preventif demi mengurangi resiko tertular virus corona.
Vaksin ini sangat efektif sebagai pencegahan. Sewaktu-waktu mungkin saja Covid[-19] menyerang lagi, tetapi kalau antibody kita kuat, maka kita sudah siap. Jadi vaksin ini benar-benar penting untuk penjagaan agar jangan sampai kita mudah terserang [Covid-19], pungkas Ngatiyana. (BIDANG IKPS)

Sumber: Bidang Informasi, Komunikasi Publik, dan Statistik
Dinas Komunikasi, Informatika, Kearsipan, dan Perpustakaan Kota Cimahi

Bagikan Postingan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 + one =