PSIS DEVELOPMENT, TEROBOSAN BARU YANG BISA MENJADI PERCONTOHAN PEMBINAAN USIA DINI

PSIS Semarang segera meluncurkan divisi baru bernama PSIS Development. Terobosan yang dilakukan tim Mahesa Jenar ini sebagai bank pemain dengan metodologi khusus yang dikeluarkan oleh tim kepelatihan PSIS.

Direktur PSIS Development, Muhammad Ridwan menjelaskan proses dan mekanisme yang akan dilakukan program itu. Dalam memperhatikan dan membentuk karakter siswa. Di sisi lain, anak didik mendapatkan ilmu sepak bola yang terukur dan pendidikan formal berbasis Internasional.

“Ada tiga sampai empat level di PSIS Development. Mulai dari tingkat soccer school yakni siswa antara 6 sampai 18 tahun atau usia sekolah). Lalu akademi berbasis asrama dengan sistem boarding school, tentunya ada perbedaan durasi dan intensitas latihan,” terang M. Ridwan dalam kanal YouTube PSIS TV.

“Kemudian Elite Pro Academy, menjadi jenjang muara dari kedua level sebelumnya. Puncaknya di first team atau tim senior PSIS, jadi perlu pembinaan dan pola rekrutmen yang baik,” ungkapnya.

Ridwan menambahkan, untuk program ini, diperlukan sarana dan prasarana memadai untuk melengkapi akademi yang baik. Beruntung, PSIS Development mendapat sambutan serta dukungan positif dari stakeholder di wilayah Semarang dan Jateng.

“Anak-anak harus ditanamkan pengetahuan yang baik. Kemudian memori yang baik, dengan adanya Stadion Jatidiri misalnya yang sudah berstandar internasional sangat besar manfaatnya untuk PSIS Semarang,” lanjut dia.

Metodologi

Sudah banyak klub yang mengoptimalkan pembinaan usia muda, sebagai bentuk regenerasi. Khususnya bagi tim peserta Liga 1 sejak beberapa tahun terakhir wajib memiliki tim Elite Pro Academy (EPA) maksimal U-19.

Berjalannya waktu, mulai muncul klub yang membentuk wadah pembinaan untuk usia dini atau untuk potensi yang jauh lebih muda. Banyak klub kini memiliki akademi yang dididik sejak Usia masuk Sekolah Dasar hingga 19 tahun.

“Saya rasa akan menjadi satu di antara proses pembinaan tim terbaik di Indonesia. Dari tahun 2018 hingga sekarang ada delapan pemain yang suldah berhasil dipromosikan,” papar mantan pemain PSIS Semarang tersebut.

“Sementara untuk filosofi PSIS Development ada pada kualitas latihan akan menghasilkan kualitas bermain. Di sini selalu berbicara tentang situasi sepak bola, sehingga tidak ada kegiatan di luar sepak bola. Memaksimalkan sejumlah pemain soal porsi dan level kebugaran yang sama, sampai pada metodologi kepelatihan yang bisa didapat siswa,” jelas Ridwan mengakhiri obrolannya.

 

Disadur : https://www.bola.com/indonesia/read/4484780/psis-development-terobosan-baru-yang-bisa-menjadi-percontohan-pembinaan-usia-dini

Bagikan Postingan :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *